
BULELENG – Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna, Rabu, 18 Februari 2026 membuka secara resmi kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) Pengelolaan Sampah Berbasis Desa dan Kelurahan.
Selain mengapresiasi dan optimis pemerintahan desa/kelurahan mampu mengatasi persoalan sampah, melalui Bimtek dan kolaborasi bersama Rumah Plastik Mandiri dalam pengelolaan sampah plastik dan residu ini juga digelorakan tagline ”Desaku Bersih Tanpa Mengotori Desa Lain’ dalam penanganan sampah di Kabupaten Buleleng.
“Melalui Bimtek ini, ke depannya secara bertahap dan berkesinambungan seluruh desa/kelurahan di Buleleng akan mampu mengatasi permasalahannya masing-masing,” tandas Bupati Sutjidra pada Bimtek yang digelar selama 3 hari, tanggal 18 – 20 Februari 2026 di Rumah Plastik Mandiri Desa Petandakan Kecamatan Buleleng.
Bupati Sutjidra menegaskan, Pemkab Buleleng melalui Dinas Lingkungan Hidup juga menggencarkan sosialisasi serta edukasi terkait program pengelolaan sampah berbasis sumber di setiap desa/kelurahan.
“Kami sudah melakukan sosialisasi dan edukasi secara berkelanjutan terkait pengelolaan sampah berbasis sumber di setiap desa/kelurahan. Dan kali ini kami berikan Bimtek pengelolaan sampah, dengan harapan pemerintahan desa/ kelurahan dan kecamatan mampu mengelola sampahnya dengan baik dengan jargon, tegline Desaku Bersih Tanpa Mengotori Desa Lain,” tegasnya.
Bupati Sutjidra menambahkan, Bimtek pengelolaan sampah yang diikuti desa/kelurahan juga diharapkan dapat menambah pengetahuan aparat desa/kelurahan dan masyarakat dalam mengelola sampah plastik serta organik menjadi sesuatu yang bermanfaat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Senada dengan Bupati Buleleng, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Buleleng I Gede Putra Arnyana memaparkan kegiatan Bimtek yang digelar selama 3 hari kedepan, diikuti 177 peserta yang berasal dari 58 desa dan 9 kelurahan di Kabupaten Buleleng.
“Kegiatan yang digelar bersama Rumah Plastik Mandiri ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman terhadap managerial, tata kelola sampah dan memberikan keterampilan teknis dasar mengelola sampah,” jelasnya.
Selain meningkatkan kualitas pengelolaan sampah, Bimtek yang melibatkan Perbekel, Lurah, Kelian Adat serta pengurus Bumdes atau TPS3R ini juga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan desa/kelurahan dalam menyusun perencanaan dan strategi pengelolaan sampah dri hulu ke hilir di desa/kelurahan masing-masing.
“Sesuai tagline,jargon yang disampaikan bapak bupati, Desaku Bersih Tanpa Mengotori Desa Lain,” pungkasnya.(kar/jon)








