
TABANAN – Saat ini masuk sasih kaulu atau kedelapan tanggal Bali yang ditandai dengan angin kencang serta hujan lebat mulai menimbulkan bencana pohon tumbang di Tabanan.
Setidak ada dua laporan pohon tumbang yang menimpa pelinggih milik warga yang terjadi Selasa (20/1/2026). Petugas BPBD bersama masyarakat kini berjibaku melakukan evakuasi.
Seperti yang terjadi di Banjar Subamia Kelong, desa Subamia, kecamatan Tabanan, sebuah pohon bunuh tumbang dan menimpa beberapa pelinggih Tugu di Pura Kawitan Semeton Belorang Subamia Kelong. Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 09.00 Wita.
“Begitu kami dapat laporan, langsung menerjunkan tim reaksi cepat membantu masyarakat melakukan evakuasi pohon yang tumbang,” ungkap Kalaksa BPBD Tabanan I Nyoman Srinadha Giri.
Dikatakan, dibutuhkan waktu sekitar 1,5 jam untuk mengevakuasi batang pohon bunut yang cukup besar. Akibat kejadian tersebut, pengempon pura mengalami kerugian material sekitar Rp 30 juta.

Peristiwa serupa terjadi di Desa Adat kebon, Desa Bajera Utara, Selemadeg . Sebuah pohon Pule berukuran besar tumbang dan menimpa Pelinggih Pura Beji di kawasan setra adat Kebon Senin (19/1/2026) lalu.
Pohon pule setinggi 45 meter dengan diameter 1,5 meter tumbang menimpa pelinggih beji di bawahnya. Kerugian material akibat kejadian tersebut sekitar Rp 10 juta. Jajaran Polsek Selemadeg dan masyarakat setempat gotong royong mengevakuasi pohon tersebut.
Kapolsek Selemadeg, Kompol I Made Subadi, menegaskan bahwa, aksi tanggap darurat ini merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam penanggulangan bencana alam.
“Kami mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi pohon tumbang mengingat intensitas hujan dan angin kencang yang masih tinggi di wilayah Selemadeg,” ujar Kompol Subadi.
Sehubungan dengan kondisi cuaca ekstrim ini, pihaknya mengimbau masyarakat berhati-hati dan waspada. Masyarakat diminta segera melapor bila ada kejadian serupa atau bencana lainnya. (jon)








