
BADUNG – Datangnya sampah kiriman di pesisir barat Kabupaten Badung dirasa mengalami peningkatan intensitas pada pertengahan Januari 2026 ini. Berkenaan dengan itu, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung melakukan sejumlah langkah percepatan penanganan.
Plt Kepala DLHK Badung, Made Rai Warastuthi mengatakan, lonjakan tertinggi datangnya sampah kiriman terjadi sejak beberapa hari terakhir. Disinyalir, hal itu berkenaan pula dengan kondisi air pasang.
Antisipasi, dipastikan telah dilakukan menyikapi perkembangan tersebut. Di antaranya melalui pengerahan puluhan truk termasuk truk crane, penyewaan alat berat tambahan, serta pengerahan ratusan personel di sepanjang pesisir terdampak. Untuk alat berat, bukan hanya unit loader yang diterjunkan, melainkan juga unit excavator.
Ditambahkan dia, personel dikerahkan sebagian besar merupakan petugas sapu jalan. Setiap pagi mereka tetap menjalankan tugas rutin, kemudian lanjut bersih-bersih sampah kiriman di pantai. “Total petugas sekitar 800 orang dan menyebar. Kami tidak mengutamakan satu lokasi, tetapi semuanya,” jelasnya sembari menambahkan bahwa penanganan sampah kiriman juga dibantu unsur TNI.
Hingga saat ini, sambung dia, jenis sampah yang menepi katanya masih didominasi ranting-ranting dan kayu berukuran besar. Namun di beberapa area, seperti di Pantai Kedonganan, cenderung berupa sampah plastik. (adi)








