
TABANAN – Selain rentan terserang penyakit mulut dan kuku (PMK), ternyata sapi juga rentan terserang penyakit lainnya yang bisa mematikan yakni Lumpy Skin Disease (LSD). Hal ini kini diwaspadai Dinas Pertanian Tabanan , meski belum sampai saat ini belum ditemukan ada ternak sapi yang terserang LSD.
Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) drh. Gede Eka Partha Ariana ketika dikonfirmasi mengatakan kalau sampai saat ini dari pemantauan dan informasi yang dihimpun, belum ada ternak sapi di Tabanan yang terserang LSD.
“Sampai saat ini belum ada ternak sapi warga Tabanan yang terserang LSD,” ungkap Drh. Eka Partha, Rabu (14/1/2026).
Meski demikian, pihaknya tetap waspada jangan sampai penyakit tersebut. Pihaknya juga mengimbau warga yang memiliki sapi ketika ada melihat sapinya memiliki cir-ciri terpapar LSD, untuk segera melapor untuk segera mendapatkan penanganan.
“Kami tetap waspada terkait serangan penyakit ini,” tandasnya.
Drh. Eka Partha menjelaskan Lumpy Skin Disease (LSD) adalah penyakit virus yang menyerang sapi, ditandai dengan benjolan-benjolan pada kulit. Penyakit ini disebabkan oleh virus Capripoxvirus dan dapat menyebar melalui vektor seperti serangga.
“Gejalanya meliputi demam, lesu, dan penurunan produksi susu,” jelasnya.
Mencegah ternak sapi terpapar penyakit LSD ini kata dia adalah dengan dengan vaksinasi dan pengendalian vektor seperti lalat penghisap darah dapat membantu mengurangi penyebaran penyakit.
“Peternak atau pemilik sapi juga harus menjaga kebersihan kandang maupun lingkungan sekitarnya serta memvaksin sapi peliharaannya agar terhindar dari penyakit ini,” ucapnya. (jon)








