
BULELENG – Wakil Bupati (Wabup) Buleleng sekaligus Ketua Umum Panitia Penyelenggara Kejuaraan Dunia Vovinam VIII Tahun 2025, Gede Supriatna menutup secara resmi event internasional di Lapangan Tenis Indoor, GOR Jinengdalam Undiskha Singaraja.
Selain mengapresiasi prestasi yang diraih para atlet dari berbagai negara, pada momentum tersebut juga disampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah menyukseskan kegiatan dan komitmen Pemkab Buleleng dalam membidik pengembangan ‘Sport Center’ di Kabupaten Buleleng.
“Astungkara, sampai hari terakhir ini, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Seluruh atlet telah menerima penghargaan dan piala atas prestasi yang diraih,” tandas Supriatna pada acara penutupan Kejuaraan Dunia Voninam VIII tahun 2025 di Lapangan Tenis Indoor, GOR Undiksha Singaraja, Jumat (7/11/2025).
Sukses penyelenggaraan kegiatan ini, kata Supriatna, memberi kepercayaan bagi Buleleng untuk menjadi tuan rumah event internasional cabang olahraga lainnya ke depannya.
“Pemkab Buleleng segera membidik, menyiapkan sport center yang lebih representatif sehingga dapat dikembangkan sebagai ‘sport tourism’. Saat ini, Pemkab Buleleng telah menerima hibah lahan dari Pemprov Bali di Lumbanan seluas 5,7 hektar untuk perencanaan gedung olahraga bertaraf internasional. Saat ini proses menunggu legal formal hibah aset sepenuhnya kepada Pemkab Buleleng agar dapat mengeksekusi pembebasan lahan akses menuju lokasi,” tandas Supriatna diapresiasi Florin.
Selaku Executive Vice President World Vovinam Federation, Florin Macovei mengapresiasi atmosfer kompetisi dan kualitas pelaksanaan kejuaraan yang dinilai sangat profesional dan tertata.
“Kami mengapresiasi sambutan pembukaan oleh pemerintah daerah, menginap di Lovina yang tergugah untuk kembali sebagai pelancong bersama keluarga,” ungkapnya.
Pada Kejuaraan Dunia Vovinam VIII Tahun 2025, tanggal 2 – 8 November 2025 di Lapangan Tenis Indoor GOR Undiksha Singaraja, perolehan medali didominasi kontingen dari 3 negara masing-masing Vietnam, Algeria dan Kamboja.
Dari total sebanyak 167 medali terdiri dari 45 Medali Emas, 45 Medali Perak dan 77 Medali Perunggu yang diperebutkan, perolehan 24 medali emas dan 1 perak mengantarkan Kontingen Vietnam sebagai Juara Umum I, disusul Kontingen Algeria dengan perolehan 9 emas, 10 perak dan 5 perunggu diposisi Juara Umum II dan Kontingen Kamboja yang meraih 7 emas, 11 perak dan 5 perunggu sebagai Juara Umum III.
Sementara tuan rumah Indonesia, meraih 5 medali medali perak dan 13 medali perunggu dari kategori fight dan perform, atau meningkat dibandimgkan sebelumnya.
“Peningkatan perolehan medali ini menjadi modal positif untuk persiapan menghadapi kejuaraan ASEAN tahun depan. Kedepan kami akan kami maksimalkan lagi teknik dan basic anak-anak,” pungkasnya. (kar/jon)








