
BADUNG – PT Angkasa Pura Indonesia (API) senantiasa berupaya meningkatkan layanan kepada pengguna Bandara I Gusti Ngurah Rai. Hal itu dilakukan, sekaligus dalam rangka mendukung tren pertumbuhan penumpang yang terjadi belakangan ini.
Sebagaimana disampaikan General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ahmad Syaugi Shahab, langkah tersebut diwujudkan melalui program Revitalisasi Tahap II yang rencananya akan dilaksanakan pada tahun ini. Salah satunya berupa pembangunan connecting gate antara terminal internasional dan domestik.
“Kami sedang mempersiapkan pekerjaan pembangunan connecting gate antara terminal internasional dan domestik untuk memudahkan penumpang transit. Kami juga akan memperluas area koridor, beautifikasi area check in counter, pembangunan connecting pier gate terminal internasional, serta beautifikasi toilet di terminal domestik dan internasional,” ungkapnya belum lama ini.
Pembangunan connecting gate, katanya bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan memberikan customer experience. Terutama bagi penumpang yang akan melakukan penerbangan transfer internasional-domestik atau sebaliknya.
“Saat ini penumpang transfer harus keluar dari satu terminal dan berpindah ke terminal lainnya sesuai rute penerbangan mereka. Dengan adanya connecting gate yang menghubungkan langsung terminal internasional dan terminal domestik, maka akan memudahkan penumpang dan mengurangi waktu proses transfer,” jelasnya.
Kini, rencana pembuatan connecting gate masih dalam tahap persiapan administratif. Meski nantinya dilaksanakan pada area yang aktif beroperasi, pekerjaan dipastikan tidak berdampak pada operasional maupun kualitas layanan.
“Saat pelaksanaan pekerjaan nantinya, akan dilakukan di area terminal yang juga memberikan pelayanan kepada penumpang. Tetapi kami pastikan, proses pekerjaannya tidak berdampak pada operasional maupun kualitas pelayanan,” tegasnya.
Sebagaimana diketahui, sejak tahun 2023, Bandara I Gusti Ngurah Rai sudah menyelesaikan sejumlah pengembangan infrastruktur dan beautifikasi. Antara lain perluasan area SCP dan penambahan 4 lajur pemeriksaan penumpang di terminal domestik dan terminal internasional; penataan area landside berupa penambahan lajur kendaraan di dalam area bandara yang sebelumnya hanya ada 2 lajur jalan, ditambah menjadi 4 lajur, baik di jalan masuk maupun menuju keluar bandara; pembuatan shelter baru pada area penjemputan penumpang (pick-up zone); pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO); serta pembuatan area hijau di beberapa titik pada area sisi darat. Semua pekerjaan tersebut telah rampung dilaksanakan dan dirasakan manfaatnya sejak November 2025 lalu. (adi)








