
BADUNG – Memperingati Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia (RI), Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai menggelar sebuah kegiatan layanan paspor akhir pekan bertajuk ‘Paspor Merdeka’. Kegiatan telah dilaksanakan pada 23 – 24 Agustus lalu di Benoa Square, Badung.
Kepala Kanim Ngurah Rai, Winarko menyampaikan, program ini diadakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan serta mendekatkan diri kepada masyarakat. Khususnya yakni bagi mereka yang memiliki keterbatasan waktu pada hari kerja. Yang mana proses pendaftarannya, dilakukan secara online melalui aplikasi M-Paspor.
“Layanan Paspor Merdeka ini merupakan bentuk nyata komitmen kami dalam memberikan kemudahan akses layanan publik di momen peringatan kemerdekaan,” ucapnya.
Dalam dua hari pelaksanaan, total disediakan kuota sebanyak 80 permohonan. Dengan pembagian masing-masing 40 pemohon di setiap harinya.
Pada hari pertama pelaksanaannya, kabarnya ada sebanyak 26 permohonan yang masuk. Dengan rincian yakni 10 pemohon Paspor Baru Elektronik 5 Tahun, 10 pemohon Paspor Baru Elektronik 10 Tahun, 3 pemohon Paspor Penggantian Elektronik 5 Tahun, dan 8 pemohon Paspor Penggantian Elektronik 10 Tahun. “Dari jumlah ini, 5 permohonan dinyatakan pending karena kekurangan berkas,” sebutnya.
Sedangkan di hari kedua, total terdapat 15 permohonan yang masuk. Jumlah tersebut terdiri dari 8 pemohon Paspor Baru Elektronik 5 Tahun, 2 pemohon Paspor Baru Elektronik 10 Tahun, 3 pemohon Paspor Penggantian Elektronik 5 Tahun, dan 2 pemohon Paspor Penggantian Elektronik 10 Tahun. “Sebanyak 2 permohonan masih pending, karena berkas belum lengkap,” imbuhnya sembari mengatakan bahwa meskipun kuota layanan dibuka untuk 80 pemohon, jumlah yang hadir dan diproses adalah sebanyak 41 permohonan.
“Bagi pemohon yang berkasnya belum lengkap, diberi kesempatan untuk segera melengkapi dokumen agar proses penerbitan paspor dapat dilanjutkan,” pungkasnya. (adi)








