
BULELENG – Fenomena memperihantikan dialami Sekolah Dasar (SD) Negeri 4 Desa Sambirenteng Kecamatan Tejakula dengan status Terakreditasi B pada tahun 2022 lalu.
Selain jumlah peserta didik semakin sedikit sejak beberapa tahun terakhir dan saat ini hanya memiliki 32 peserta didik terbagi dalam 5 rombongan belajar (rombel), sekolah yang berlokasi di Banjar Dinas Gretek Desa Sambirenteng Kecanmatan Tejakula ini juga tidak mendapat siswa baru pada Tahun Ajaran 2025/2026.
“Iya, tahun ajaran ini kami tidak mendapat peserta didik, tidak siswa yang mendaftar di sekolah kami,” ungkap Ni Made Suasmini selaku Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SD Negeri 4 Desa Sambirenteng Kecamatan usai menerima kunjungan anggota DPRD Kabupaten Buleleng, Senin (21/7/2025).
Berkurangnya jumlah peserta didik ini, kata Suasmini, terjadi sejak beberapa tahun terakhir dan puncaknya pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2025/2026.
“Pada Penerimaan Peserta Didik Baru, PPDB Tahun Ajaran 2024/2025, kami masih menerima pendaftaran siswa baru sebanyak empat orang meski akhirnya salah satu dari mereka dipindahkan orang tuanya ke sekolah lain. Dan pada pelaksanaan SPMB Tahun Ajaran 2025/2026 sama sekali tidak ada calon siswa yang mendaftarkan diri di sekolah kami,” terangnya.
Dari hasil evaluasi, Suasmini mengakui banyak faktor yang menyebabkan sekolah yang berdampingan dengan SD Negeri 3 Desa Sambirenteng ini tidak mendapatkan siswa/peserta didik baru.
Selain kapasitas tenaga pendidik,Suasmini yang memiliki tugas pokok sebagai guru kelas juga menyebutkan kondisi sarana prasarana belajar, perpustakaan serta jaringan internet yang kurang mendukung juga membuat berkurangnya kepercayaan orang tua untuk menyekolahkan anaknya di SDN 4 Desa Sambirenteng.
“Seperti saat ini, ada simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer, ANBK yang dilaksanakan Kemendikbud, sementara kami di sekolah belum ada bantuan Chrombook/komputer. Sehingga untuk pelaksanaannya kami berkoordinasi dengan sekolah lain untuk peminjaman Chromebooknya agar siswa bisa mengikuti ANBK tersebut,” jelasnya.
Meski sarana prasarana tidak memadai, Suasmini bersama seluruh tenaga pendidik berkomitmen menyelesaikan tugas sampai akhir dan berharap SD Negeri 4 Desa Sambirenteng tidak diregroping. (kar/jon)








