
BULELENG – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Swatantra Buleleng terima study tiru Perumda Kertha Bali Saguna’ Provinsi Bali.
Selain mendiskusikan pengembangan usaha bidang transportasi/penyewaan mobil, pada pertemuan yang berlangsung akrab dan penuh rasa kekeluargaan tersebut juga dibahas upaya penguatan Perumda Pangan Provinsi Bali melalui kerjasama antar Perumda Kabupaten/Kota se-Bali.
“Sebuah kehormatan bagi kami, Perumda Swatantra menerima kunjungan studi tiru dari Perumda Kertha Bali Sedana, KBS terkait pegembangan usaha transportasi, penyewaaan mobil,” tandas Dirut Perumda Swatantra Buleleng I Gede Boby Suryanto usai memimpin rapat internal di Kantor Perumda Swatantra, Senin (14/7/2025).
Selain berbagi ‘core bisnis’, kata Boby, kepada pimpinan rombongan dari Perumda KBS juga dipaparkan strategi bisnis penyewaan kendaraan yang dilaksanakan Perumda Swatantra sejak tahun 2014 dan diperkuat lagi pada tahun 2021 dengan terbitnya Perda Kabupaten Buleleng No. 1 tahun 2021 tentang Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Swatantra Kabupaten Buleleng.
“Selain mendukung pengembangan usaha transportasi yang akan dilakukan oleh Perumda KBS yang selama ini memiliki core bisnis pangan, kami juga mengapresiasi pengembangan bisnis yang dilakukan KBS sebagai peluang untuk penguatan jaringan, mitra kolaborasi antar Perumda dalam unit usaha transportasi yang selama ini sudah kita lakukan,” terangnya.
Boby menambahkan, pada pertemuan tersebut juga disingung tentang kerjasama antar Perumda Kabupaten/Kota se-Bali yang bergabung dalam Paiketan Perumda se-Bali untuk penguatan ketahanan pangan daerah dan nasional.
“Sebagaimana telah dilakukan dengan Perumda Mangun Giri Sedana (MGS) Kabupaten Badung, Perumda Dharma Santhika Tabanan dan Perumda Tribuwana Jembrana melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) dalam hal pengelolaan pangan terutama beras, yang akan kita kembangkan lebih luas lagi pada pengelolaan bahan pangan pokok (Bapok) Bali, seperiti telor, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, cabai dan bapok yang lain,” tandasnya.
Dengan penguatan Perumda Pangan Bali yang tumbuh dari gagasan Paiketan Perumda se-Bali bersama Bank Indonesia Perwakilan Denpasar dalam pengendalian inflasi tahun 2024, ‘suplay chain’ pangan Bali dapat lebih terarah menuju ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat Bali. (kar/jon)








