
TABANAN – Para petani padi di Kecamatan Penebel termasuk di Subak Piling, Desa Mengesta mengalami kerugian sangat besar. Tanaman padi mereka yang berusia dua bulan diserang hama tikus. Setidaknya ada 26 hektar tanaman padi diserang hama pengerat tersebut. Tiga hektar diantaranya fuso atau gagal panen.
Seperti dituturkan pekaseh subak Piling, I Wayan Suka Astawa, dari 150 hektar luas tanam padi kali ini, sebanyak 10 hektar diserang hama tikus.
“Padi diserang saat berumur dua bulan, setelah proses penyiangan gulma. Serangan mulai bulan Maret dan puncaknya pada awal April,” ungkapnya, Kamis (8/5).
Tikus menyerang di bagian tengah petak sampai ke dekat pematang tinggi. Padi yang tinggal hanya beberapa baris di bagian luar saja. Sementara lainnya habis diserang hama tikus.
“Serangannya sangat parah, tikus menyerang tanaman padi di bagian tengah dengan menyisakan di pinggir saja,” ungkapnya.
Berbagai upaya telah dilakukan para petani seperti memasang racun tikus, tidak memberi pengaruh sama sekali. Begitu juga ada yang melakukan penyemprotan dengan cairan dengan bau harum yang menyengat agar tikus tidak datang, tidak mempan juga. Ada juga bantuan dari penyuluh berupa obat klerat.
“Akibat serangan hama tikus tersebut, panen anjlok sampai 50 persen di 10 hektar lahan yang terserang. Biasanya dapat 6 ton per hektar sekarang tinggal setengahnya saja,” sebut mantan Kawil Piling Kawan ini.
Diakui, penyuluh pertanian dari Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan sudah turun beberapa kali. Petugas mendata sekaligus memberikan penyuluhan kepada para petani untuk mengatasi hama tikus ini, namun belum membuahkan hasil.
“Petugas sudah turun melakukan pendataan, soal kerugian masih dilakukan pendataan,” ucapnya.
Sementara Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, I Putu Purnayasa seijin Kepala Dinas Pertanian menyampaikan, dari laporan sejak Januari sampai April, jumlah tanaman padi yang diserang hama tikus mencapai 23 Hektar.
Dengan kerusakan ringan sebanyak 6 hektar, sedang 10 hektar dan 7 hektar rusak berat dan fuso ( gagal panen) mencapai 3 hektar.
Kerugian yang dialami petani akibat serangan hama tikus tersebut mencapai Rp 489.847.500 dengan asumsi per hektar sebesar Rp 33.210.000. Rinciannya untuk fuso sebanyak tiga hektar Rp 99.630.000, rendah 6 hektar (Rp 49.815.000), sedang 10 hektar ( Rp 166.050.000) dan rusak berat 7 hektar (Rp174.352.500).
“Kerugian yang dialami petani cukup besar akibat serangan hama tikus ini,” pungkasnya. (jon)








