
TABANAN – TPA Mandung, Desa Sembung Gede Kerambitan kembali terbakar dan mengeluarkan kepulan asap tebal. Hal ini dikeluhkan masyarakat sekitarnya akibat kabut asap tebal yang dialami setiap hari. Keluhan ini, langsung direspons cepat Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga yang turun langsung ke lokasi, Kamis (1/5/2025).
Kedatangan Wabup Made Dirga disambut asap masih terlihat mengepul dari sejumlah titik di TPA dengan sampah yang menggunung mencapai 12 meter tersebut. Bahkan Wabup Dirga langsung naik ke tumpukan sampah saat alat berat melakukan perataan.
Penyebab utama asap berasal dari gas metan yang terakumulasi dan terbakar karena suhu panas musim kemarau. Penyemprotan air yang dilakukan setiap hari belum mampu mengatasi kepulan asap tersebut.
“Solusi percepatan yang kami ambil adalah dengan menambah volume air untuk penyiraman dan sudah dikoordinasikan dengan BPBD, Damkar dan DLH,” katanya.
Ia juga mengusulkan opsi teknis berupa pembuatan jalan melingkar di sekitar area TPA untuk memudahkan kendaraan pengangkut air menjangkau titik-titik rawan asap. Dirga mengakui usulan itu perlu dikaji lebih lanjut karena beresiko longsor, mengingat struktur tumpukan sampah yang tidak stabil.
“Besok kami akan rapat koordinasi intensif untuk menentukan penanganan yang lebih terarah dan memastikan kesiapan anggaran. Ini harus segera ditangani,” tandas Wabup Dirga.
Melalui rapat koordinasi yang akan digelar, Pemkab Tabanan menargetkan adanya keputusan taktis yang bukan hanya meredam asap, tetapi juga memperkuat sistem pengelolaan sampah ke depan.
“Kami akan kumpulkan upaya upaya yang sudah dijalankan sebelumnya dan lakukan evaluasi untuk memastikan efektivitas langkah yang diambil selanjutnya supaya persoalan ini cepat bisa segera diatasi,” ucap Mantan ketua DPRD Tabanan ini.
Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan, I Gusti Ngurah Ekayana, merespons usulan tersebut dengan mengusulkan alternatif yang dinilai lebih aman dengan pembangunan tower air di sejumlah titik TPA.
“Dengan tower air, penyiraman akan lebih cepat dan merata ke area kritis karena selama ini sulit dijangkau. Ini butuh kajian teknis dan anggaran,” usulnya.
Ekayana mengatakan, TPA Mandung saat ini kedatangan sampah harian antara 90 hingga 110 ton. Kondisi tersebut membuat pengelolaan semakin sulit dan rawan memicu gangguan, seperti asap yang kini dikeluhkan warga sekitar karena berpotensi mengganggu kesehatan.
Sementara itu, kepulan asap muncul sejak beberapa minggu terakhir. Bahkan beberapa titik api terlihat di beberapa lokasi saat malam harinya. Kepulan asap mengarah ke perumahan warga di Banjar Samsaman, Kukuh, Kerambitan saat malam hari dan ke arah utara/ barat saat siang hari (jon)








