
TABANAN – TPA Mandung, Desa Sembung Gede, Kerambitan Tabanan kembali terbakar. Kabut asap tebal dan bau menyengat melingkupi wilayah sekitar TPA yang menggangu aktivitas warga sekitarnya. Jarak pandang terbatas, tertutup asap dari sampah TPA yang terbakar.
Pantuan di lokasi, setidaknya ada dua titik kepulan asap di TPA Mandung. Kepulan asap muncul di arah tenggara dna di bagian utara. Kalau malam hari bahkan terlihat beberapa titik api di sana. Sementara kabut asap menutupi wilayah sekitar TPA terutama dari pintu masuk. Meski demikian truk pengakut sampah nampak antri menunggu giliran masuk TPA yang nampak gelap karena kabut asap.
Kondisi itu dikeluhkan oleh Ibu Desak salah satu warga yang memiliki kandang babi yang tak jauh dari TPA Mandung. Ibu Desak warga Banjar Dinas Samsaman, Desa Kukuh, Kerambitan, Tabanan mengaku sudah sejak awal April sejatinya TPA Mandung terbakar. Ia hampir setiap hari terkena polusi asap TPA yang terbakar.
” Ini sudah terjadi lebih dari seminggu. Kalau tengah siang hari asap TPA pasti ke sebelah barat, malam hari hari baru kepemukiman yang ada di sisi timur dan selatan, tergantung dari hembusan angin,” katanya ditemui, Selasa (29/4/2025).
Kondisi TPA yang tengah terbakar saat ini sangat mengganggu aktivitas warga, terutama polusi asap yang menyebar. Apalagi menghidup udara bercampur dengan asap.
“Mudah-mudahan TPA yang terbakar dapat dilakukan penanganan,” harapnya.
Hal yang sama pula dikeluhkan oleh warga yang ada di Desa Kukuh, Kerambitan yang ada di selatan TPA. Ia meminta DLH Tabanan untuk melakukan langkah kongkrit terhadap masyarakat Desa Kukuh yang terkana dampak polusi asap TPA Mandung yang terbakar. Termasuk pula penanganan TPA yang terbakar segera dilakukan oleh DLH Tabanan.
Perbekel Desa Kukuh, Kerambitan I Nyoman Widhi Adnyana tak menampik soal keluhan masyarakatnya terhadap dampak dari polusi asap TPA yang terbakar. Bahkan ia telah menyampaikan keluhan tersebut kepada Kepala DLH Tabanan. Hanya saja penanganan terhadap TPA yang terbakar belum dilakukan maksimal.
“Kami sudah melakukan pertemuan dengan DLH Tabanan pada 10 April lalu. Warga kami meminta segera melakukan tindakan konkrit terhadap TPA Mandung yang terbakar,” tandasnya.
Pihaknya juga meminta Dinas Kesehatan untuk segera melakukan upaya penanganan Kesehatan bagi warga Desa Kukuh termasuk melakukan pemantauan/pengukuran kualitas udara di wilayah Desa Kukuh.

Sementara itu Kepala DLH Tabanan I Gusti Putu Ekayana menyebut kebakaran yang terjadi pada TPA Mandung berada pada titik api kebakaran TPA yang dulu, karena belum padam total. Pihaknya juga melakukan penyiaraman setiap saat dan menempatkan satu truk tanki air yang setiap saat digunakan
“Saat ini masih ada titik api dan asap. Masih masa pemulihan pasca kebakaran dulu. Kami terus melakukan pemnyiraman,” sebutnya.
Pada TPA Mandung yang terbakar dan agar asap tidak menyebar kepada rumah-rumah warga sekitar. Pihaknya sudah melakukan penyiraman mandiri setiap saat dan stan satu truk tangki serta piket pantau TPA.
“Kami juga rencananya akan ada penyemprotan ecoenzyme di area terdampak asap untuk meingkatkan kualitas udara,” ujarnya. (jon)








