
BADUNG – Ribuan umat Hindu yang ada di wilayah Desa Adat Dalung, Padangluwih, Kerobokan dan Desa Adat Padangsambian melaksanakan kegiatan upacara melasti di pantai Petitenget, Kuta Utara Badung, Rabu (26/3/2025).
Masyarakat Hindu tumpah ruah dan sudah berjalan kaki menuju pantai Petitenget sejak pukul 9.00 wita.
Upacara melasti ini dilaksanakan umat Hindu sebagai bentuk penyucian diri umat Hindu dan pembersihan alam semesta dari energi negatif dengan mengambil air suci di laut.
Pada proses upacara Melasti ini, umat Hindu dari berbagai Pura Paibon, Pura Panti, Pura Dalem Kahyanga Tiga, Pura Desa dan Puseh.
Pada perjalanan menuju pantai kelompok masyarakat Hindu ini mempergunakan Jempana (joli) yang didalam berisi patung arca atau pretima dengan mengambil simbul para dewa dan kendaraannya.
Perjalanan menuju pantai Petitenget diiringi tabuh baleganjur dan suara genta dari masing-masing pemangku.
Setelah melakukan upacara melasti, sore harinya semua arca atau pretima dari masing-masing pura desa dan puseh adat masing-masing.
Seperti di wilayah Desa Adat Kerobokan, selesai melasti semua arca dan pratima melinggih (ditempatkan,red) di Bale Agung Pura Desa Puseh, Desa Adat Kerobokan Badung selama dua malam. Namun ada juga yang ditempatkan di Pura Dalem Kahyangan Tigas masing-masing.
Dua hari setelah kegiatan upacara melasti, semua pratima atau arca akan dipendak (dijemput) oleh masyarakat penyungsung pura masing-masing yang diawali prosesi upacara di jaba sisi Pura Desa Puseh Kerobokan.
Selanjutnya barulah dibawa ke masing-masing pura paibon, panti masing-masing yang juga dihaturkan upacara. Setelah rangkaian melasti selesai, barulah dimulai prosesi pengerupukan mengusir buta kala yang diawali dengan upacara mecaru. (arn/jon)








