
TABANAN – Pendaftaran kader PDIP Tabanan yang juga Ketua PAC kediri , I Nyoman Mulyadi di pantai lain, berbuntut panjang. DPC PDIP Tabanan melakukan pemanggilan kepada yang bersangkutan untuk dimintakan klarifikasi, Senin (1/7/2024), namun tidak hadir.
Sekretaris DPC PDIP Tabanan I Nyoman Arnawa dikonfirmasi usai rapat kerja Pansus II DPRD Tabanan, Senin kemarin mengungkapkan, sesuai dengan hasil rapat DPC Kamis lalu, pihaknya memanggil Nyoman Mulyadi alias Mang Mul untuk memberikan klarifikasi atas sikapnya yang mendaftar di partai lain untuk Pilkada Tabanan.
“Pemanggilan dilakukan Sabtu lalu untuk hadir hari ini (kemarin) , “ ungkap Arnawa.
Dijelaskan pemanggilan dilakukan Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPC PDIP Tabanan I Ketut Purnaya dan pihaknya selaku sekretaris DPC mendampingi. Pemanggilan dijadwalkan pukul 10.00 Wita, namun sampai satu setengah ditunggu tidak tidak hadir.
“Yang bersangkutan (Nyoman Mulyadi) tidak hadir sesuai dengan undangan kami (DPC),” sebut Ketua Fraksi PDIP DPRD Tabanan ini.
Meski tidak hadir, pihaknya membuat berita acara tentang hal tersebut untuk dilaporkan ke DPD dan DPP partai. Meski demikian, pihaknya akan melakukan pemanggilan ulang agar Nyoman Mulyadi bisa hadir pada 10 Juli mendatang.
“Kami akan panggil lagi, rencananya 10 Juli mendatang,” sebutnya.
Ditambahkan, pemanggilan ini sesuai dengan mekanisme di partai ketika ada kader yang mendaftar di partai lain. Apapun hasilnya nanti kata dia, akan dibuatkan berita acara seluruhnya, selanjutnya disampaikan kepada DPD dan DPP.
“Kami hanya melakukan klarifikasi dan semaunya dibuatkan berita acara dan diserahkan ke DPD dan DPP untuk langkah selanjutnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Nyoman Mulyadi ketika dikonfirmasi terpisah tidak mau berbicara banyak terkait ketidak hadirannya memenuhi panggilan DPC PDIP Tabanan.
“Saya mau memberi ruang kepada Pak Komang Sanjaya untuk berfikir,” ucapnya singkat seraya berseloroh guru kencing berdiri, murid kencing berlari.
Seperti diketahui, Nyoman Mulyadi yang merupakan kader PDIP Tabanan dan juga ketua PAC Kediri sempat mendaftar ke DPC untuk bakal calon bupati. Namun kemudian dia mendaftar ke Koalisi Indonesia Maju (Kim) plus khususnya di Partai Golkar Provinsi Bali. Hal inilah menyebabkan suasana politik di Tabanan mulai menghangat. (jon)








