
BADUNG – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Sandiaga Salahuddin Uno memberi tanggapan soal adanya postingan berbau promosi situs porno di Bali. Dia mengaku prihatin dan berjanji mengambil tindakan tegas.
“Saya sangat menyayangkan, prihatin dan ini perlu diberi sanksi yang tegas karena ini tidak bisa diterima. Bukan hanya di Bali, tetapi seluruh nusantara. Kami akan tindak tegas ini. Sekarang lagi dikumpulkan datanya, lagi kami investigasi,” sebutnya, Sabtu (18/5/2024) lalu.
Menteri Sandi menyadari, pemerintah tentu mengalami keterbatasan dalam melakukan pengawasan. Karenanya, dia mengajak berbagai pihak untuk turut serta bersama-sama mengawasi. “Destinasi wisata kita sangat luas, jadi semua pihak harus bergandengan tangan. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Oleh karena itu, kolaborasi pentahelix harus kita lakukan,” sebutnya.
Fokus pengembangan pariwisata Indonesia, sambung dia, adalah menciptakan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan. Tentunya dengan menghadirkan wisatawan yang memang mampu memberikan dampak positif. “Kami ingin fokus pada pariwisata yang berkualitas. Bukan hanya menambah jumlah wisatawan, tetapi juga memastikan mereka memiliki lama tinggal yang lebih panjang dan memberikan dampak positif terhadap masyarakat Bali. Terutama dari segi ekonomi serta menjaga adat istiadat dan berperilaku sesuai dengan taksu Bali,” harapnya.
Terpisah, Humas Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Ngurah Rai, Putu Suhendra menyebut bahwa kini pihaknya masih mendalami postingan dimaksud. Termasuk melalui koordinasi dengan Polres Badung guna memaksimalkan pemantauan. Karena kuat dugaan, pengambilan gambar dari postingan tersebut berlokasi di Canggu.
Untuk diketahui, postingan tersebut menunjukkan dua perempuan asing yang masing-masing membawa selembar kertas di pinggiran jalan diduga bilangan wilayah Canggu. Salah satu kertas tersebut, tertulis sebuah kalimat berbahasa Inggris yang berbau promosi terhadap sebuah situs porno. (adi,dha)








