
BULELENG – Tahapan pesta demokrasi, menuju Hari Pemungutan Suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur dan Wakil Gubernur Bali maupun Bupati dan Wakil Bupati Buleleng tanggal 27 November 2024 disikapi serius PDI Perjuangan.
Tak hanya melakukan evaluasi hasil Pilpres dan Pileg Tahun 2024, melalui kegiatan Rapat Konsolidasi Internal DPC PDI Perjuangan Buleleng bersama caleg terpilih DPR Republik Indonesia, DPRD Provinsi Bali, DPRD Kabupaten Buleleng, Organisasi Sayap serta seluruh PAC PDI Perjuangan se-Kabupaten Buleleng juga disepakati persiapan seluruh jajaran partai moncong putih dalam menghadapi Pilkada Serentak tahun 2024.
“Rapat konsolidasi ini PDI Perjuangan Kabupaten/Kora se-Bali ini dilaksanakan sesuai arahan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan tanggal 16 Maret 2024 lalu,” tandas Ketua DPD PDI Perjuangan Bali Wayan Koster saat membuka rapat konsolidasi di Gedung Mr. I Gusti Ketut Pudja, Eks Pelabuhan Buleleng, Jumat (3/5/2024).
Rapat konsolidasi, kata Koster, juga merupakan bagian dari evaluasi atas hasil Pemilu tahun 2024 khususnya Pilpres dimana pasangan Capres dan Cawapres No Urut 3 yang diusung PDI Perjuangan hanya mendapatkan 42 % suara di Provinsi Bali dan hanya menang di Kabupaten Tabanan.
“Ini merupakam periode buruk yang kita alami selama pelaksanaan Pilpres dibandingkan Pemilu sebelumnya. Kita dapat melihat dan rasakan terjadinya anomali, dan satya sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Bali tidak menyalahkan siapa-siapa, ini menjadi tanggungjawab saya dan saya ucapkan banyak terimakasih atas perjuangan seluruh kader. Jadikan pengalaman ini sebagai cambuk untuk kembali bangkit menuju Pilkada Serantak tahun 2024,” tandasnya.
Berdasarkan surat DPP PDI Perjuangan Nomor : 6027, selain penjaringan bakal calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, seluruh DPD dan DPC PDI Perjuangan juga diisntruksikan melakukan pemetaan politik dan kemungkinan kerjasama dengan parpol lain.
Mantan Gubernur Bali periode 2018-2023 ini menegaskan hasil pemetaan politik dan penjaringan bakal calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang dilakukan oleh DPC PDI Perjuangan se-Bali telah disampaikan ke DPP PDI Perjuangan.
“Apa yang menjadi usulan DPC kami serahkan ke DPP PDI Perjuangan untuk dikaji lebih lanjut sesuai mekanisme termasuk survey sebagai pertimbangan dalam memutuskan rekomendasi,” tandas Koster dibenarkan Putu Agus Suradnyana.
Selaku Ketua DPC PDI Perjuangan Buleleng, Agus Suradnyana menyatakan sudah melakukan pemetaan politik dan penjaringan bakal calon kepala daerah dan wakil kepala daerah.
“Untuk Pilkada Bali, DPC PDI Perjuangan Buleleng mengusulkan pasangan calon Koster-Tjok Ace dan Koster-Giri Prasta. Sementara untuk bakal calon bupati dan wakil bupati Buleleng, DPC PDI Perjuangan Buleleng hanya mengajukan 10 nama kader potensial untuk dikaji dan mendapat rekomendasi DPP,” terangnya.
Mantan Bupati Buleleng ini memaparkan, 10 orang kader terbaik Moncong Putih yang diusulkan ke DPP melalui DPD PDI Perjuangan Bali masing-masing dr. Ny Sutjitra, Sp.OG., Gede Supriatna, SH., DR. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG., Dr. I Ketut Rochineng, SH., MH., Ir. I Gusti Ayu Aries Sujati, Ketut Ngurah Arya, A.Md, KOM., I Kadek Setiawan, Ni Kadek Turkini, SH., dan Wayan Masdana, SE.
“Terkait kemungkinan koalisi dengan parpol lain, itu urusan DPD, saya di DPC hanya menunggu rekomendasi, tegak lurus dengan partai,” pungkasnya.(kar/jon)








