
BULELENG – Penjabat (Pj) Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana didampingi Kepala DLH, Kepala BKPSDM dan Kepala BPKPD Buleleng terima rombongan Study Lapangan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (Stula-PKP) Provinsi Bali Angkatan I tahun 2024.
Selain mengaresiasi dipilihnya Pemkab Buleleng sebagai objek PKP yang berfokus pada problem solfing, momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk menampilkan sejumlah program unggulan yang dapat dicermati untuk menemukan best practice dari lokus yang diamati.
“PKP ini merupakan jenis pelatihan yang berfokus kepada problem solfing, bagaimana mencermati dan menemukan best practice dari lokus yang diamati. Apa yang baik, berarti nanti bisa ditiru untuk diterapkan sesuai perkembangan lingkungan ditempat masing-masing,” tandas Lihadnyana saat menerima peserta Stula-PKP Provinsi Bali Angkatan I tahun 2024 di Ruang Rapat Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Buleleng, Rabu (18/4/2024).
Kepada 33 peserta yang berasal dari Pemprov Bali sebanyak 6 orang, Pemkot Denpasar 8 orang, Pemkab Badung 14 orang dan 5 orang dari Pemkab Klungkung, Kepala BKPSDM Provinsi Bali ini memaparkan kelebihan atau best practice dari SKPD yang dijadikan lokus Stula-PKP.
“Pertama, DLH Kabupaten Buleleng merupakan SKPD yang memiliki banyak inovasi. Salah satu unggulannya ialah Bank Sampah ‘Bulan Melah’, masuk dalam jajaran Top 99 inovasi publik. Ada juga Bukalsih (Buleleng Kali Bersih) dan banyak lainnya, sehingga tidak salah kalau lokusnya diarahkan kesini,” jelasnya.
Kemudian BPKPD Buleleng dengan raihan Opini WTP 9 kali beruntun dan penghargaan sebagai Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) tahun 2022 dan 2023.
“Jika dahulu WTP itu sakral, sekarang tidak lagi. Karena, opini WTP dari BPK dianggap sebagai sebuah keharusan untuk dicapai dengan tujuan WTP yang berkualitas,” tandasnya.
Lihadnyana menegaskan, WTP berkualitas adalah opini WTP dengan catatan BPK yang harus berkurang terus, baik dari tata kelola keuangan maupun asset daerah.
“Dari gambaran, tata kelola keuangan dan asset Kabupaten Buleleng juga salah satu yang terbaik. Dibuktikan dengan penghargaan TP2DD tahun 2022 dan 2023 serta elektronifikasi transaksi keuangan terbaik se-Jawa Bali,” ungkapnya.
Lokus ketiga adalah BKPSDM Kabupaten Buleleng, SKPD yang mendapatkan predikat sistem merit sangat baik.
“Bagian terpenting sistem merit ialah manajemen talenta, dimana pengangkatan jabatan pimpinan tinggi tidak lagi melalui pansel/bidding tapi langsung aplikasi managemen talenta. Pemkab buleleng telah dikecualikan tidak lagi melalui bidding,” tegasnya.
Melihat pentingnya PKP untuk penguatan kepemimpinan, Lihadnyana menginstruksikan 3 SKPD yang menjadi lokus agar memberikan data serta penjelasan secara detail dan transparan.
“Kalau memang ada yang masih buruk katakan, kalau ada yang belum selesai juga katakan. Semoga semua peserta memiliki jenjang karir yang baik setelah pelatihan, caranya adalah tunjukkan kualitas kita dengan kinerja,” pungkasnya. (kar/jon)








