
BULELENG – Program Nasional Republik Indonesia menuju ‘Net Zero’, energi bersih tahun 2045 mendapatkan dukungan dari Negara Inggris.
Selain memiliki visi dan komitmen mewujudkan energi bersih dengan memangkas emisi karbon yang berdampak pada perubahan iklim, dukungan berupa kerjasama Inggris-Indonesia dalam progam Menuju Transisi Energi Rendah Karbon Indonesia (MENTARI) juga dilakukan karena sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup sinifikan, Indonesia yang sukses melaksanakan Pemilu terbesar tahun 2024 memiliki peluang besar mewujudkan visinya menjadi negara dengan energi bersih di dunia.
“Karena saat ini kita menghadapi tantangan global dan kita harus bekerjasama mewujudkan energi bersih dunia menuju Net Zero 2045,” tandas Menteri Keamanan Energi dan Net Zero United Kingdom, Graham Stuart saat meninjau pembangunan salah satu proyek energi terbarukan berupa pembangkit listrik tenaga mini mikrohidro di Bendungan Titab-Ularan, Jumat (8/3/2024).
Stuart didampingi Presdir PT. Brantas Energi Satiyobudi Santoso dan Edwin Syahruzad selaku Presdir PT. Sarana Multi Infrastruktur menegaskan, Inggris mendukung Indonesia dan Bali sebagai yang terdepan dalam mewujudkan energi bersih melalui program MENTARI, Net Zero 2045.
“Dalam memenuhi target tersebut, Bali harus melihat semua peluang, seperti melalui bendungan ini dengan menambah fungsinya. Melalui program MENTARI, Inggris-Indonesia bersama PT. SMI untuk pendanaan, berkomitmen mewujudkan proyek ini sebagai proyek ‘bankable’, dan saya menantikan pembukaan dari proyek ini pada April 2024 mendatang,” tegasnya.
Sebagai negara terdepan dalam memangkas emisi, Stuart mengaku senang dan bangga bekerjasama dengan Indonesia dan mendukung Indonesia mewujudkan visi besarnya.
“Ini adalah salah satu contoh kecil, dari cara-cara yang besar dimana kita bisa bekerjasama. Inggris bangga menjadi yang terdepan di dunia dalam mengatasi perubahan iklim, sebagai ekonomi besar yang pertama kali memangkas emisi,” tegasnya.
Dalam upaya memangkas emisi, kata Stuart, Inggris tidak hanya lebih dulu dari Jerman, Itali, Perancis dan AS tapi juga terdepan dalam menjalin kerjasama dengan negara-negara yang memiliki visi yang sama terkait energi bersih.
“Saya senang melihat dukungan Inggris berhasil memfasilitasi peningkatan fungsi dari Bendungan Titab milik Kementerian PUPR, menjadi pembangkit listrik tenaga mini mikrohidro,” ungkapnya.
Dukungan dari program MENTARI Inggris-Indonesia ini akan memberikan masyarakat lokal Buleleng akses terhadap energi yang bersih, andal, dan terjangkau serta selaras dengan peta jalan transisi energi Bali.
“Inggris bangga mengambil bagian dalam perjalanan transisi energi terbarukan di Indonesia melalui program MENTARI. Pembangkit listrik tenaga air di Bendungan Titab merupakan bukti nyata kemitraan HEBAT kami, bekerjasama untuk mewujudkan tujuan transisi energi Indonesia, seiring kita merayakan 75 tahun hubungan diplomatik Inggris-Indonesia tahun ini,” tandas Stuart diapresiasi Satiyobudi Santoso dan Edwin Syahruzad.
Selaku Presdir PT. Brantas Energi, Satiyobudi mengaku bangga bisa terlibat dalam kolaboirasi kuat antara Indonesia dan Inggris dalam upaya pengembangan pembangkit listrik tenaga mini mikrohodro dengan kapasitas 1,4 MW di Bendungan Titab – Ularan.
“Proyek ini tidak hanya memanfaatkan secara efisien infrastruktur bendungan milik Kementerian PUPR, namun juga memberi kontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Kami berkomitmen untuk terus mendukung inisiatif pemerintah untuk memperluas penggunaan energi terbarukan dan memberi manfaat langsung kepada masyarakat lokal melalui proyek ini,” tandas Satiyobudi dibenarkan Edwin.
Presdir PT. Sarana Multi Infrastruktur ini mengaku terhormat bisa terlibat dalam pembiayaan pada program MENTARI.
“PT. SMI juga sangat senang karena kolaborasi ini memberi manfaat langsung berupa akses energi bersih bagi masyarakat sekitar. Hal ini tentunya sejalan dengan upaya kami untuk terus mendukung berbagai program yang dapat mempercepat transisi energi menuju energi bersih 2045,” pungkasnya.(kar/jon)








