
BULELENG – Wakil rakyat di DPRD Kabupaten Buleleng akomodir aspirasi yang disampaikan pedagang bermobil yang ada dikawasan Jalan Diponogoro Singaraja.
Selain mengundang perwakilan pedagang bermobil, melalui upaya fasilitasi untuk mencari solusi yang akan digelar Rabu (6/3/2024), pimpimnan dewan bersama dengan Komisi III yang membidangi juga telah mengundang Dirut Perumda Pasar Arga Nayottama (PAN) Buleleng dan Kepala Satpol PP Pemkab Buleleng.
“Kami mohon maaf, kemarin tidak bisa menemui para pedagang karena ada tugas mendampingi Pak Danrem panen ikan bandeng di Patas Gerokgak, namun aspirasi sudah kami terima dan besok kami fasilitasi pertemuan antara pedagang dengan pihak terkait di Gedung DPRD Buleleng,” ungkap Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna saat dikonfirmasi usai menghadiri Raker KONI Buleleng di Vilandra-Tukadmungga, Selasa (5/3/2024).
Supriatna berharap, melalui pertemuan mediasi yang difasilitasi dewan ini akan ditemukan solusi terbaik tidak hanya bagi para pedagang yang diberikan kesempatan memanfaatkan tepi jalan Diponogoro Singaraja untuk mendistribusikan dagangan kepada pengecer di Pasar Anyar dengan waktu terbatas sampai dengan pukul 5.00 Wita, tapi juga demi terciptanya kenyamanan dan ketertiban Kota Singaraja, khususnya di Jalan Diponegoro.
“Besok, kami akan diskusikan bersama dengan Komisi III DPRD Buleleng yang membidangi, perwakilan pedagang, Satpol PP termasuk Perumda PAN Buleleng selaku pengelola Pasar Anyar dan Pasar Banyuasri,” tandasnya.
Ia juga berharap semua pihak bisa memberikan saran masukan konstruktif sehingga pertemuan yang difasilitasi dewan bermanfaat dan menghasilkan solusi terbaik bagi semua pihak.
Seperti diwartakan, lantarann tidak terima ditertibkan oleh petugas Satpol PP, sejumlah pedagang bermobil yang dikoordinir Gede Astika mendatangi Gedung Rakyat Buleleng. Selaku koordinator, Astika yang diterima Kabag Persidangan dan Perundang-undangan DPRD Buleleng menegaskan penyampaian aspirasi dilakukan agar mendapat solusi terbaik dan tidak ada benturan antara para pedagang dengan petugas Satpol PP.
“Bagaimana bapak ketua dewan bisa membantu memfasilitasi untuk mencarikan solusi terbaik agar kedepannya tidak terjadi kesemrautan, seolah-olah ada benturan antara Satpol PP dengan kami para pedagang, begitu juga dengan pengelola pasar Anyar dan Pasar Banyuasri,” tandas Astika yang juga mengungkapkan pengalihan lokasi dari Jalan Diponogoro ke Pasar Banyuasri merupakan kendala para pedagang karena di Pasar Banyuasri tidak ada pembeli. (kar/jon)








