
TABANAN – Proses pencarian Ali Syaifuloh (30) anak buah kapal (ABK) ikan Rizki Mubarok yang hilang di perairan laut wilayah Soka, Kecamatan Selemadeg, Tabanan akhirnya dihentikan setelah hari ketujuh.
Kapolsek Selemadeg Kompol I Nyoman Sugianyar Ardika mengatakan, penghentian dilakukan setelah proses pencarian selama tujuh hari yang dilakukan oleh tim gabungan dari Basarnas Denpasar, Polairud Polres Tabanan, Polsek Selemadeg dan BPBD Tabanan serta masyarakat tidak membuahkan hasil.
“Berdasarkan hasil koordinasi dengan Satpolair Polres Tabanan dan Basarnas Denpasar sesuai dengan SOP pencarian, karena selama tujuh hari nihil hasil. Maka keputusan menghentikan pencarian korban ABK Ali Syaifuloh yang hilang di laut,” ungkap Kompol Sugianyar Ardika,” Selasa (13/2/2024)
Meski proses pencarian dihentikan, namun untuk pemantauan tetap dilakukan dengan meminta bantuan dari para nelayan sekitar pantai Soka, Antap dan Selabih termasuk yang di Jembrana yang setiap setiap hari melaut.
“Pemantauan tetap masih kami lakukan. Bilamana para nelayan menemukan jenazah korban di laut, kami minta langsung menghubungi petugas berwenang ,” harapnya.
Dari proses pencarian selama tujuh hari berjalan sejak korban ABK Ali Syaifuloh, 30 yang hilang Selasa lalu (6/2/2024). Tim gabungan sudah melakukan pencarian hingga mencakup semua area perairan yang ada di wilayah selatan dan barat perairan laut Bali.
Bahkan mengerahkan pesawat drone thermal maupun rubber boat. Disamping juga melakukan penyisiran sepanjang pantai Soka, Antap dan Selabih.
“Namun lagi-lagi masih nihil kami temukan korban ABK asal Desa Pengambengan, Jembrana ini,” imbuhnya.
Seperti diwartakan sebelumnya, korban Ali Syaifuloh yang merupakan ABK Kapal Rizki Mubarok hilang saat berangkat melaut. Korban terjatuh saat melepas jaring tangkap ikan di perairan laut Soka wilayah kecamatan Selemadeg Tabanan, Selasa (6/2/2024) malam lalu. (jon)








