
TABANAN – Memasuki Tahun baru 2024 ini, kunjungan ke Obyek Wisata Tanah Lot kembali membludak. Ditegah kunjungan yang meningkat, Pihak pengempon berencana akan melakukan pemugaran sejumlah pelinggih yang ada di Pura Dang Kahyangan tersebut dimulai tahun 2024 dan akan dilanjutkan dengan karya ngenteg linggih besar di tahun 2027.
Pemugaran dan dilanjutkan dengan karya ngenteg linggih cukup besar tersebut, karena sejak 30 tahun terakhir tidak perna lagi digelar upacara tersebut. Selain itu ada rencana untuk melakukan pemugaran pelinggih yang ada yang sudah mulai mengalami kerusakan sedikit demi sedikit.
“Kami berencana akan melakukan pemugaran Puluh Luhur Tanah lot dimulai tahun 2024 dan akan dilanjutkan dengan karya ngenteg linggih gede (besar) di tahun 2027,” ungkap sekretaris pengempon Puru Luhur Tanah Lot I Putu Toni Wirawan di sela-sela acara open house, Minggu (31/12/2023) lalu.
Asisten manager DTW Tanah Lot mengungkapkan, pemugaran dan ngenteg linggih akan digelar sehubungan beberapa pelinggih sudah mulai mulai rapuh dan segera harus dilakukan perbaikan. Kerusakan terjadi karena usai dan korosi akibat air laut.
“Kebetulan sejak tahun 1995 di gelar karya ngenteg linggih dan sudah hampir 30 tahun berlalu sehingga kami akan menggelar karya ngenteg linggih dalam ukuran besar di tahun 2025 usai selesai pemugaran,” jelasnya.
Sehubungan dengan pemugaran tersebut, pihaknya sudah melakukan kontrak kerjasama dengan kontraktor yang memang ahli menangani Parahyangan, khususnya bahan baku dan kayu apa yang cocok digunakan agar bisa bertahan lama, dan tidak bisa sembarang kayu.
Rehab pada Parahyangan Pura Luhur Tanah Lot ini diakuinya juga sebagai bentuk tetap menjaga kelestarian pemandangan DTW Tanah Lot yang selama ini dikenal dengan Pura ditengah laut, termasuk bagaimana memberikan kenyamanan bagi Pemedek nantinya untuk ‘tangkil’ ke Parahyangan Luhur Tanah Lot. Dan tentunya dalam pengerjaannya nanti dilakukan bertahap mengingat lokasi agak sulit dijangkau serta melihat pasang surut air laut.
“Kami sudah melakukan rapat koordinasi dengan panitia pembangunan, panitia pengempon dan pemangku serta kontraktor yang diajak untuk kerjasama, untuk konsep bagaimana nanti di Parahyangan masih terus kami komunikasikan, termasuk juga sudah meminta petunjuk Ratu Peranda, bagian pelinggih mana yang harus dipertahankan dan mana yang bisa diperbaiki. Intinya tidak ada perubahan signifikan hanya pembaharuan Pelinggih di Luhur,”terangnya.
Terkait dengan estimasi anggaran yang dibutuhkan untuk rehab konstruksi Parahyangan di Pura Luhur Tanah Lot, Toni mengatakan, anggaran yang dibutuhkan setidaknya Rp 11 miliar, itu sudah termasuk untuk pelaksanaan upacara.
“Jika tidak ada halangan, 2025 sudah mulai pengerjaan dan Upacara Karya Agung Ngenteg Linggih tahun 2027,” pungkasnya.(jon)








