
TABANAN – Saat ini sedang gencar-gencarnya pembangunan dilakukan di Tabanan memasuki akhir tahun 2023 ini. Memastikan pengerjaan proyek sesuai dengan perencanaan awal, Inspektorat Tabanan mulai melakukan probity Audit. Baik itu proyek didanai APBD, BKK bahkan DAK.
Petugas dari Inspektorat turun mengecek langsung proses pengerjaan proyek pembangunan termasuk pengecek proses pengadaan barang atau bahan yang digunakan. Tidak ada satupun dilewatkan petugas. Semuanya dicek dengan detail untuk memastikan tidak ada pelanggaran.
Salah satu proyek yang sedang proses audit yakni pengerjaan jembatan Desa Tua, Marga yang hancur diterjang banjir bandang Oktober tahun lalu. Petugas mengecek seberapa progres pembangunan jembatan yang dibiayai dari dana BKK provinsi Bali ini. Sementara dari pantauan di lokasi sedang pengerjaan badan jembatan.
Inspektur Tabanan I Gusti Ngurah Supanji ketika dikonfirmasi mengungkapkan, saat ini pihany sedang melakukan probity audit atau melakukan pendampingan terhadap sepuluh proyek fisik yang dikerjakan PUPRPKP Tabanan. Pihaknya melakukan pendampingan mulai dari perencanaan, pelelangan proyek , pengadaan barang sampai penyerahan.
“Kami sedang melakukan probity audit. Ada sepuluh proyek PUPRPKP Tabanan yang kami audit dan lakukan pendampingan sejak perencanaan sampai nanti pada penyerahan,” ungkap Supanji, Minggu (8/10/2023).
Dijelaskan, probity audit agak ribet. Pasalnya, petugas harus mengecek semua secara detail mulai perencanaan sampai penyerahan . bahkan untuk prosesnya pun diaudit dengan detail terutama untuk pengadaan barang. Seperti pengadaan semen harus dicek jumlahnya sesuai orderan yang dilakukan.
“Begitupun dengan pasir juga harus dicek dengan detail. Memang agak repot,” jelasnya.
Apakah sudah temuan penyimpangan, Supanji menyatakan saat ini pihaknya masih terus melakukan pendampingan. Untuk hasil akan diketahui, saat pihaknya melakukan ekspose 15 Oktober mendatang.
“ Untuk temuan belum ada laporan yang masuk. Nanti pada saat kami melakukan ekspose baru akan diketahui, ada temuan atau tidak,” tandasnya.
Kini pihaknya masih terus melakukan probity audit terhadap sepuluh proyek yang sedang dikerjakan PUPRPKP sampai nantinya dilakukan ekspose. (jon)








