
BULELENG – Rektor Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja I Wayan Lasmawan mewisuda 1.510 lulusan jenjang D3, S1, S2 dan S3.
Selain mengucapkan selamat kepada lulusan yang diwisuda melalui rapat senat terbuka juga diingatkan agar senantiasa menjaga nama baik civitas akademika, berdaya saing pada dunia kerja dan bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat dan bangsa.
“Sebagai institusi pendidikan, dalam proses perkuliahan Undiksha terus berupaya memberikan kompetensi bagi para lulusan yang merujuk tuntutan dan peluang ke depan. Oleh karena itu, para lulusan tidak hanya diharapkan dapat terserap dunia kerja, tapi juga mampu menciptakan lapangan kerja,” tandas Rektor Lasmawan pada acara wisuda di Gedung Auditorium Undiksha Singaraja, Jumat (25/8/2023).
Kiprah lulusan Undiksha, kata Lasmawan, akan terus diawasi, dimonitor untuk mengetahui ‘output’ lulusan apakah sudah terakomodir pada dunia kerja, masa tunggu, termasuk lulusan yang mampu membuka lapagan kerja.
“Hasil pantauan ini manjadi bahan refleksi terhadap kurikulum dan ini yang dimaksud oleh kementerian dalam konsep Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Artinya, inovasi bisa saja terjadi dimana saja, oleh siapa saja dengan catatan tidak keluar dari koridor kebijakan kementerian,” terangnya.
Sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi, Undiksha berupaya proaktif dan senantiasa mengambil langkah inovatif yang masif untuk menterjadikan dan merealisasikan program prioritas kementerian dan pembangunan nasional.
“Khususnya bidang pendidikan, yang tidak mudah untuk direalisasikan. Dibutuhkan sinergitas yang mumpuni dari semua pihak, bagaimana menterjadikan akselerasi capaian tujuan pendidikan nasional,” tandasnya.
Selain capaian prestasi dan inovasi yang terbangun, kata Lasmawan, untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional yakni membangun sumber daya manusia yang kompeten dan kompetitif dalam melakoni dinamika masyarakat global, juga dibutuhkan komparasi dengan kecepatan dan keketatan persaingan dunia kampus di era disrupsi.
“Yang terkadang tidak mentolelir kita untuk berhenti sejenak, menghela nafas untuk mengatur ritme langkah kemajuan. Sehingga ke depan, Undiksha yang memiliki belasan ribu mahasiswa aktif dengan perkuliahan pada kampus utama di Singaraja akan mengoptimalkan pemanfaatan kampus Denpasar untuk peningkatan student body atau komposisi jumlah mahasiswa secara signifikan,” jelasnya.
Hal ini penting, karena saat ini Undiksha yang berstatus Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum (PTN-BLU) sedang dalam proses menuju Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BN).
Ia menambahkan, karena student body yang ideal merupakan satu indikator esensial dalam peningkatan status PTN-BLU menuju PTN-BH, maka upaya penambahan jumlah mahasiswa adalah langkah cerdas yang harus dilakukan untuk memberikan kesempatan yang lebih dan dapat meningkatkan APK pendidikan tinggi sesuai dengan arah kebijakan pembangunan pendidikan nasional.
“Undiksha juga telah menjalin kerjasama dalam rangka penguatan jejaring kelembagaan dan peningkatan kompetensi lulusan dengan beberapa PTN dan PTS yang tesebar di 4 benoa, Amerika, Eropa, Asia dan Australia,” ungkapnya.
Dan pada Bulan Oktober 2023, Undiksha akan membuka ruang dan bentuk kerjasama yang sangat luas dalam rangka penguatan kompetensi keilmuan dan revitalisasi nilai-nilai budaya Indonesia dan China.
“Dengan upaya yang telah dilakukan, melalui kesempatan ini kami mengajak masyarakat jangan pernah ragu untuk memberikan kesempatan kepada putra putrinya, anak-anak negeri yang hebat untuk mengembangkan potensinya di Undiksha,” pungkasnya.(kar/jon)








