
KUTA – I Made Puspita, dikukuhkan sebagai Bendesa Adat Seminyak periode tahun 2023-2028, Senin (17/7/2023). Pengukuhannya yang dilaksanakan di Balai Desa Adat Seminyak, juga mendapat ucapan selamat dari Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia (RI), H Prabowo Subianto.
Dalam laporannya, Ketua Panitia Pemilihan Bendesa Adat Desa Adat Seminyak, I Gede Arya Artawan menuturkan, rentetan proses ngadegang Bendesa dan Prajuru Desa Adat Seminyak sesungguhnya sudah mulai dilaksanakan sejak bulan Juni 2023 lalu.
Diawali dengan pembentukan panitia pada 9 Juni 2023, kemudian dilanjutkan dengan penjaringan bakal calon bendesa adat pada 10-15 Juni 2023, penetapan calon bendesa adat pada 15 Juni 2023, hingga berhasil menyepakati I Made Puspita sebagai Bendesa Adat Seminyak 2023-2028 melalui musyawarah mufakat.
Dalam sambutannya, Bendesa Adat Seminyak Periode 2018-2023, I Wayan Windu Segara mengucapkan terimakasih atas segala dukungan yang diberikan oleh krama semasa dirinya menjabat sebagai bendesa. Dia pun berpesan kepada bendesa yang baru, untuk bergerak bersama menjalankan Desa Adat Seminyak dengan baik.
“Mari bersatu, jangan seperti wasit yang kesana kemari mencari kesalahan,” singkatnya.
Di samping itu, dia juga berpesan agar bendesa ataupun prajuru senantiasa memegang tiga asas, yakni sosial, fleksibel, dan konsekuen. “Sosial dalam hal waktu, fleksibel menerima masukan dari manapun, dan konsekuen melaksanakan keputusan parum,” sambungnya.
Hal senada disampaikan oleh Bendesa Madya Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Badung, AA Putu Sutarja. Dia yang diutus Bendesa Agung MDA Provinsi Bali untuk melakukan pengukuhan, mengucapkan selamat kepada krama Desa Adat Seminyak yang melalui proses musyawarah mufakat telah berhasil melahirkan Bendesa dan Prajuru Desa Adat Seminyak yang baru.
“Modal jadi bendesa adat adalah DUIT, yakni Doa, Usaha, Inisiatif, dan Tekun. Di samping itu, juga harus melaksanakan Tri Kaya Parisudha,” ucapnya mengingatkan.
Sebagai manusia, seorang bendesa adat ataupun prajuru diyakini memiliki kelebihan dan kekurangan. Terlepas dari itu, dukungan krama notabene merupakan hal yang utama.
“Jadi saya minta, setelah acara ini tidak ada lagi krama yang saling menyalahkan. Melainkan harus saling memperkuat. Sementara bendesa dan prajuru baru, saya harap tidak bergengsi. Melainkan harus berfungsi dan berkualitas. Karena ngajegang adat membutuhkan pikiran dan perbuatan yang benar, tidak boleh main-main,” tegasnya sembari menjelaskan keberadaan MDA yang bukan merupakan ormas, melainkan pasikian desa adat.
Ucapan selamat juga disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, Gde Eka Sudarwitha, mewakili Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta. Dia berharap, Bendesa dan Prajuru Desa Adat Seminyak yang baru bisa melaksanakan swadharma ke depannya dengan baik.
“Bapak Bupati juga menyampaikan agar segenap krama bisa senantiasa bersatu. Sementara kepada bendesa baru, diharapkan agar selalu menyayangi dan memelihara krama. Karena di pundak bendesa adat, bertumpu kemuliaan percikan dari Tuhan,” sebutnya.
Sudarwitha juga mengingatkan bahwa kewajiban di adat, adalah jauh berbeda dengan kedinasan. Yang mana desa adat lebih kepada penjagaan kelestarian tradisi serta hubungan harmonis dengan mengedepankan kesabaran.
“Bapak Bupati tidak menginginkan ada krama yang kasepekang di Seminyak ini, apapun alasannya. Karena kewajiban dan dinamika sosial yang akan datang sangat luar biasa,” ucapnya.
Kaitan dengan itu, Bupati Badung katanya menekankan lima hal kepada Bendesa dan Prajuru Desa Adat Seminyak yang baru. Yakni aspek regulasi, aspek kelembagaan, aspek Sumber Daya Manusia (SDM), aspek Ketatalaksanaan, serta aspek Peralatan dan Kelengkapan.
Untuk diketahui, ucapan selamat kepada Bendesa dan Prajuru Desa Adat Seminyak 2023-2028 datang dari berbagai pihak. Termasuk di antaranya Menhan RI, H Prabowo Subianto. Ucapan tersebut tertulis dalam sebuah papan ucapan, yang bertengger di salah satu sudut panggung Balai Desa Adat Seminyak.
Sekilas untuk diketahui, adapun susunan prajuru desa adat yang dikukuhkan ketika itu yakni I Made Puspita sebagai Bendesa Adat, I Nyoman Wirta sebagai Petajuh, I Gede Eka Sanjaya sebagai Penyarikan, I Komang Adi Santosa sebagai Petengen, serta sejumlah lainnya yang masuk dalam Bhaga-Bhaga.
Dan selain pengukuhan Bendesa dan Prajuru Desa Adat Seminyak, acara tersebut juga dihiasi pengukuhan Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Desa Adat Seminyak yang baru, oleh WHDI Kecamatan Kuta. (adii)








