
TABANAN – Hujan deras yang melanda Tabanan sejak Kamis (6/7/2023) malam sampai Jumat (7/7/2023) seharian penuh, telah menimbulkan bencana alam, mulai tanah longsor , banjir, pohon tumbang di puluhan lokasi di Tabanan.
Laporan yang masuk ke BPBD Tabanan, setidaknya ada 31 peristiwa bencana yang terjadi termasuk yang lokasinya sangat parah di wilayah Sanggulan Banjar Anyar Kediri. Kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta lebih
Informasi yang berhasilk dihimpun, bencana terjadi di semua kecamatan yang ada di Tabanan. Kondisi terparah terjadi diwilayah Tabanan dan kediri. Hujan deras yang terjadi seharian oenuh tersebut menyebakan banjir melnada tiga perumahan diantaranya di Perumahan Gria Multi Jadi Desa Sanggulan, Perumahan Panorama Desa Sanggulan dan Perumahan Pesona Jadi Desa Sanggulan ternasuk di perumahan Lembah Sanggulan belakang terminal Kediri yang sudah jadi langganan banjir. Bahkan warga terpaksa harus diungsikan ke sekolah karena rumahnya tergerus longsor.
“Ada beberapa warga terpaksa diungsikan ke sekolah dan kami sudah mengirim bantuan berupa logistik dan ada warga yang tinggal di lantai dua rumahnya,” ungkap Plt Kalaksa BPBD Tabanan I Nyoman Srinadha Giri ketika dikonfirmasi Jumat sore.
Akibat banjair yang melanda dan meluap kejadian membuat banyak kendaraan terseret seperti terlihat di beberapa ruas jalan di Kota Tabanan. Sementara bdi Perumahan di Sanggulan, sebuah mobil juga ikut terseret banjair, namun berhasil diselamatkan, yang menarik juga mobil Toyota land cruiser milik Ketua PAC PDIP Kediri I Nyoman Mulyadi yang dikendarai istri dan anaknya terseret arus banjar Tukad Yeh Dati. Beruntung istri dan anak ketiganya berhasil diselamatakan dan mobil sudha diderek.
Peristwia lainnya terjadi tanah longsor di beberapa lokas seperti di wilayah Marga, Kediri, Penebel, Tabanan, dan di kecamatan lainnya. Juga terjadi pohon tumbang yang menimpa pura dan ada pura yang terendam banjir. Sebagian bencana tersebut sudah berhasil ditangani petugas, BPBD dan masyarakat. Sementara yang lain perlu penangan lebih serius karena memerlukan alat berat.
“Sebagian sudah berhasil ditangani, sisanya akan dilakukan setelah banjir mereda karena perlu alat berat,” ungkapa Srinadha Giri. (jon)








