
KUTA – Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang mengguyur hampir sebagian besar wilayah Bali beberapa hari belakangan ini. Padahal Bali, secara klimatologis sudah memasuki musim kemarau. Loh kok?
Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (MKG) Wilayah III, Cahyo Nugroho pada Minggu (2/7/2023) menyampaikan, sedikitnya ada empat faktor meteorologis yang mempengaruhi hal tersebut.
Pertama, terdapat pola pertemuan angin (konfluensi) di Samudera Hindia selatan Bali – NTB. Hal tersebut mendukung pertumbuhan awan-awan hujan di wilayah Bali.
Kedua, terjadi intrusi udara kering dari BBS yang mampu mengangkat massa udara di depan batas intrusi menjadi lebih hangat dan lembab, termasuk di wilayah Bali.
Ketiga, massa udara basah yang terkonsentrasi dari lapisan permukaan hingga lapisan 700 mb (3.000 m). Sementara keempat, suhu muka laut di sekitar wilayah Bali berkisar antara 26 – 30°C.
Soal prospek cuaca beberapa hari ke depan, tepatnya hingga 7 Juli 2023 mendatang, secara umum diperkirakan masih berawan dan berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang. Utamanya yakni pada wilayah Bali bagian barat, tengah, selatan, dan timur.
“Imbauan BMKG kepada masyarakat, agar selalu waspada dan hati-hati terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang mungkin dapat terjadi, serta selalu memperbaharui informasi dari BMKG khususnya peringatan dini untuk dimanfaatkan dalam pengurangan risiko bencana yang mungkin terjadi. Apabila masih membutuhkan informasi dari BMKG, seperti cuaca, iklim, gempabumi, dan tsunami, dapat menghubungi (0361) 751122,” sambungnya. (adi/jon)








