
DENPASAR – Helatan Walikota Cup digelar hampir semua cabang olahraga (cabor) tepatnya 46 cabor dibawah KONI Denpasar telah melaksanakan atau mempertandingkan kejuaraan Walikota Cup.
Dari 46 cabor tersebut hanya ada 5 cabor yang belum menggelar diantaranya petanque, tenis lapangan dan balap motor.
Seperti diutarakan Ketua Umum KONI Denpasar IB Toni Astawa, jumlah tersebut jika diprosentasekan mencapai 85% sampai 90% cabor yang telah menggelar Walikota Cup, serta semuanya berjalan semarak.
“Jadi pastinya yang sudah menggelar ada 41 cabor dibawah KONI Denpasar. Nanti dari helatan Walikota Cup masing-masing cabor setidaknya telah membina sekaligus mencetak atlet-atlet muda maupun atlet-atlet seior yang menjadi atlet unggulan Denpasar. Ke depannya atlet-atlet unggulan inilah yang membela Denpasar dan akan turun di even-even lokal, nasional bahkan internasional,” tutur Toni Astawa di Denpasar, Rabu (14/6/2023).
Selain itu, Walikota Cup juga merupakan bentuk atau bukti ajang pembinaan yang dilakukan Denpasar meskipun bukan tahunnya Porprov Bali.
Tapi setidaknya Denpasar yang memang merupakan barometer pembinaan atlet-atlet muda di Bali, tak akan henti dalam membina maupun memunculkan atlet muda berkualitas.
“Berangkat dari semua itulah selama ini Denpasar tidak pernah kehabisan atlet muda potensial dan berbakat serta berprestasi sebagai pelapis atau pengganti atlet senior unggulan,” terang Ketua Umum KONI Denpasar dua periode itu.
Sementara itu, Sekretaris Umum (Sekum) KONI Denpasar Made Darmiyasa mengungkapkan, munculnya atlet-atlet unggulan dari cabor hasil Walikota Cup tersebut bakal ditindaklanjuti KONI Denpasar dengan program tes fisik.
“Atlet unggulan dari cabor itu selanjutnya masuk program tes fisik I yang dihelat KONI Denpasar pertengahan Juli 2023. Setelah itu berlanjut pada tes fisik II yang dilakukan 3 bulan setelah tes fisik I. Tes itu untuk melihat perkembangan sekaligus bahan evaluasi pelatih masing-masing cabor terkait sejauh mana kualitas fisik para atletnya,” pungkas Darmiyasa. (ari/jon)








