
KUTA – Sejak sepekan terakhir, pedagang Pasar Seni Desa Adat Kuta sudah mulai menempati gedung baru. Dalam masa permulaan ini, Desa Adat Kuta masih belum menerapkan uang sewa kepada para pedagang.
Bendesa Adat Kuta, Wayan Wasista menuturkan, belum semua pedagang beroperasi. Banyak yang masih dalam proses persiapan, seperti mengatur penempatan barang dan sebagainya.
“Setelah pengundian, mereka sudah mulai mengatur lokasi jualannya,” sebutnya dihubungi Selasa (6/6/2023).
Disampaikannya, nanti total akan ada 204 pedagang yang akan beraktivitas di gedung baru Pasar Seni Kuta. Namun sebagai permulaan, itu diawali oleh 180 pedagang. Sementara lainnya, akan dilaksanakan menyusul.
Tiga lantai pada Pasar Seni Kuta, sambung Wasista, memiliki peruntukannya masing-masing. Lantai I diisi oleh para pedagang pakaian, Lantai II diisi pedagang souvenir, sedangkan Lantai III masih dalam tahap penjajakan.
Diakuinya pula, sementara ini pihaknya belum mengenakan uang sewa kepada para pedagang alias gratis. Hal itu katanya akan disesuaikan kemudian, setelah melihat perkembangan situasi.
“Awal-awal ini kami gratiskan dahulu sewanya. Kami melihat kondisinya dahulu, lihat dua bulan ke depan ini. Jangan sampai membebankan kepada krama,” sebutnya.
Sementara terpisah, seorang pedagang Pasar Seni Kuta yakni Anggita, mengakui bahwa dirinya sudah mulai pindah ke gedung baru sekitar sepekan lalu.
“Masih sepi. Pernah jualan, tapi seharian sama sekali tidak ada tamunya,” singkatnya. (adi/jon)








