
TABANAN – Pemilu serentak 2024 semakin dekat. Pemerintah terus mendorong agar pelaksanaan pemilih semakin baik dan peran serta masyarakat juga semakin tinggi.
Untuk itu, Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpollinmas) Kabupaten Tabanan melakukan safari dialog politik di tujuh kecamatan. Tujuannya untuk menciptakan Pemilu yang berkualitas.
Kepala Badan Kesbangpollinmas Kabupaten Tabanan I Wayan Sarba mengungkapkan, dialog politik yang dilakukan tersebut sebagai upaya penguatan demokrasi menyongsong Pemilu serentak tahun 2024 mendatang.
“Tujuannya, lebih awal mengingatkan masyarakat akan pelaksanaan pesta demokrasi sebagai bentuk kedaulatan rakyat,” tandasnya, Kamis (1/6/2023).
Dari dialog tersebut kata Sarba, masyarakat dapat berpartisipasi positif dalam penyelenggaraan dan terlibat langsung dengan datang ke TPS untuk memilih dan menghindari Golput.
“Kami berupaya memotivasi masyarakat bahwa Pemilu sangat strategis dalam menentukan masa depan bangsa lima tahun ke depan dengan memilih pemimpin di pusat sampai daerah, baik di legislatif maupun eksekutif,” ucapnya.
Mantan Kasatpol PP ini menyebutkan, kalau kualitas Pemilu di Tabanan sudah semakin bagus, dan telah berjalan aman dan tertib. Namun demikian , hal terus berupaya untuk ditingkatkan terutama kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi langsung secara positif.
“Tabanan kini sudah masuk zone hijau, kami tetap berupaya agar pemilu berjalan damai, tertib dan kondusif sekaligus mengurangi stigma politik kekerasan . Kini sudah bagus dan mapan,” sebutnya.
Untuk itu, pihaknya terus melakukan edukasi kepada masyarakat untuk membangkitkan kesadaran mereka dalam berdemokrasi yang baik.
“Berdemokrasi itu apa, apa dulnya (tujuan). Tujuan berdemokrasi adalah mewujudkan cita-cita proklamasi untuk menciptakan masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Khan itu tujuannya. Kalau Pemilu tidak kesana arahnya, untuk apa ada Pemilu, yang pada akhirnya memecah belah bangsa, ribut-ribut terus,” sergah Sarba.
Sarba kemudian mengingatkan semua pihak untuk memiliki kesadaran menciptakan Pemilu yang aman , damai dan kondusif. Bagi yang terlibat dalam politik baik untuk legislatif maupun eksekutif untuk bersaing dengan sportif.
“Boleh berkompetisi, bersaing, bertanding tetapi harus sportif mengikuti aturan permainan. Perbedaan itu biasa dalam rangka mendapatkan pemimpin terbaik. Tidak ada intervensi atau diarahkan, sehingga menumbuhkan kedewasaan masyarakat dalam berdemokrasi,” tegasnya.
Sarba menambahkan, kegiatan dialog politik ini akan terus dilakukan. Sejauh ini sudah dilakukan untuk enam kecamatan dan terakhir akan dilakukan untuk kecamatan Kediri. Diakui, para peserta yang terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh politik serta masyarakat umum termasuk dari Bawaslu dan KPU sangat antusias dengan program yang dibuat ini.
“Memang belum semua kecamatan bisa dijangkau karena keterbatasan anggaran. Tiga kecamatan yakni Baturiti, Pupuan dan Selbar belum dan akan diprogramkan pada anggaran perubahan,” pungkasnya. (jon)








