PolitikTabananTerkini

Bupati Sanjaya Ajak Anak Muda Bangga Jadi Orang Tabanan


 
TABANAN  – Kreativitas dan semangat generasi muda Tabanan dalam inovasi digital di dunia pendidikan kini patut diacungi jempol. Hal ini tentunya mendapat apresiasi dan dukungan yang mengalir deras dari Pemerintah Kabupaten Tabanan.
 
Bercerita mengenai profil Bupati dan filosofi Kabupaten Tabanan, I Komang Gede Sanjaya  bergabung dalam bincang hangat melalui siaran “Podcast Kopi” milik siswa siswi OSIS  SMP Negeri 1 Tabanan yang dilakukan di Ruang Kerja Kantor Bupati Tabanan, Rabu (24/5/2023).  Kesempatan ini dipakai Bupati Sanjaya mengajak anak muda  untuk bangga menjadi orang Tabanan.
 

Nampak pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan kepada orang nomor satu di Tabanan itu, mulai dari hobi di masa kecil hingga profil kepemimpinan yang patut dijadikan panutan bagi para generasi muda. Tak berpikir panjang, Bupati Sanjaya secara gamblang menceritakan tentang aktifitas padatnya selaku kepala daerah namun masih sempatkan lakukan hobi mulai dari berolahraga, hingga travelling dengan sepeda motor.
 
Melalui hobi travelling itu, Sanjaya juga jelaskan manfaat yang bisa dituai, yakni kedekatannya dengan masyarakat Tabanan, kemudahan sosialisasi secara langsung serta nikmatnya menjelajah desa-desa di Tabanan dengan pemandangan yang memukau.
 
Terkait kiat-kiatnya sebagai sosok pemimpin, pihaknya nyatakan tidak pernah berpikir bisa menjadi Bupati. Namun kepercayaan masyarakat lah yang menjadikannya figur yang cocok dan pantas dalam mengemban tugas menyejahterakan rakyat Tabanan.
 
“Punya bayangan atau cita-cita menjadi pemimpin, tidak pernah, seperti air mengalir saja, ketika apa yang Bapak lakukan ternyata bisa menginspirasi buat yang lain,” terangnya.
 
Lebih lanjut, Sanjaya juga bercerita mengenai sejarah Tabanan, di mana Kabupaten ini tidak hanya dikelilingi oleh daerah agraris dan populer sebagai “Lumbung Pangannya Bali” tetapi juga tersohor dengan masyarakatnya yang “Heroik”.
 
Hal ini tentunya sangat berkaitan dengan sejarah, di mana banyak para pejuang dan pahlawan berasal dari Tabanan baik saat berada di era kerajaan Majapahit hingga perang puputan.
 
“Ambil spirit pahlawan muda Sagung Wah, patut diteladani, bila dulu mengusir penjajah sekarang ini kita ambil spiritnya untuk bersama-sama dengan pemerintah berjuang mengusir kebodohan dan kemiskinan, jadi Tabanan ini heroik dan penuh perjuangan, bukan hanya sebagai lumbung berasnya Bali tapi juga sebagai kota Pahlawan, ciri-cirinya adalah satu-satunya di Bali yang memiliki makam pahlawan, di Margarana,” jelasnya.
 
Faktor itulah yang melandasi keinginan Bupati Sanjaya untuk membangun museum Sagung Wah.
 
“Tujuannya ,bagaimana anak-anak kita Gen Z ini datang ke museum, melihat sejarah Tabanan masa lalu, sekarang dan masa datang. Banyak sekali pahlawan-pahlawan yang saya yakin anak-anak belum tahu makanya tujuan dibuatkan museum agar ada literasi yang menceritakan pahlawan-pahlawan di Tabanan, belum lagi senimannya, I Ketut Maria, sudah terkenal keliling dunia untuk menari, sehingga anak-anak, banggalah menjadi orang Tabanan,” sebutnya.
 
Tagline “Bangga Menjadi Orang Tabanan” selalu melekat dan tak pernah terlepas dari sosok Sanjaya. Sebab spirit kebanggaan tersebut diyakini mampu membuat kita rindu saat merantau dimanapun nantinya dan rasa bangga akan tempat asal.
 
“Bangkitkan dan tanamkan rasa kebanggaan, kalau sudah bangga, itu bisa menjadi motivasi untuk percaya diri, dimanapun kita berada. Apalagi di Tabanan telah tercatat banyak sekali orang-orang hebat,” ujarnya. (jon)

Back to top button