
DENPASAR – Fighter putri Bali peraih medali perak cabang olahraga (cabor) muaythai nomor seni pada PON XX/2021 di Papua silam, Luh Mas Sri Diana Wati, diproyeksi turun di ra-PON muaythai yang dilangsungkan di Surabaya pada 20-27 Agustus 2023.
Dua nomor itu yakni nomor tarung dan nomor seni. Pada nomor seni Sri Diana Wati proyeksinya akan dipasangkan dengan fighter putri Bali lainnya asal Gianyar yakni Elga.
Proyeksi Luh Mas Sri Diana Wati di dua nomor tersebut diutarakan Ketua Bidang (Kabid) Pengprov Muaythai Indonesia (MI) Bali, Marcos Manurung. Fighter putri asal Buleleng itu untuk nomor tarung di plot di kelas 60 kg putri.
“Ya saya lihat pada Kejuaraan Muaythai di Bupati Klungkung Cup II yang digelar baru-baru ini, memang Luh Mas Sri kalah di kelas 60 kg dari fighter putri dari kabupaten Bekasi. Tapi kekalahan itu ada catatannya atau dasarnya,” kata Marcos Manurung yang juga Ketua Umum (Ketum) Pengkab MI Badung terpilih pada Muskab MI Bali lalu di Badung, Rabu (10/5/2023).
Kekalahan Luh Mas Sri di final lanjutnya, karena disamping Luh Mas Sri sempat cedera juga turun di nomor tarung merupakan pertama kalinya. Belum lagi Luh Mas Sri hampir dua tahun istirahat.
“Memang saat di final Bupati Klungkung II Cup itu Luh Mas Sri masih kelihatan ada trauma setelah cedera. Namun saya rasa semua itu tidak ada masalah karena masih bisa dipoles lagi dalam menghadapi pra-PON nantinya. Tapi pastinya potensi medali Luh Mas Sri di pra-PON sangat bagus,” imbuh Marcos Manurung.
Lantas apakah nanti jika Luh Mas Sri turun di dua nomor tidak akan berbenturan waktu bertandingnya ? Marcos menyebutkan jika tidak aka nada benturan karena untuk nomor seni diertandingkan sekali saja.
“Pastinya memoles kekurangan dan kelemahan Luh Mas Sri dari hasil evaluasi performanya di Bupati Klungkung Cup II lalu, terus dilakukan sekaligus memotivasinya agar tidak lagi dibayang-bayangi trauma saat berlaga di pra-PON Surabaya mendatang,” demikian Marcos Manurung. (ari/jon)








