
DENPASAR – Kabar dua tuan rumah PON XXI/2024 Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) yang sampai saat ini belum kelar dalam persiapan venue, tak mempengaruhi Bali dalam melakukan persiapan.
Bahkan program-program KONI Bali dalam menyiapkan cabang olahraga (cabor) menghadapi pra-PON tahun 2023 dan PON tahun 2024 tetap berjalan seperti biasanya yang sudah dilakukan.
Hal itu diutarakan Ketua Umum KONI Bali IGN Oka Darmawan. Menurunya, persoalan venue di dua provinsi yaknia Aceh dan Sumut yang akan mempertandingkan total 65 cabor merupakan tanggung jawab kedua provinsi tersebut.
“Ya itu kan kabar seperti yang terjadi menjelang PON Papua tahun 2021. Bahkan melebar kabar terkait kondisi dan situasi keamanan di Papua. Toh buktinya yang katanya saat itu Papua belum siap dengan venue toh ternyata semua venue kelar dan dipergunakan semuanya oleh cabor saat PON kala itu. Ya mungkin sekarang kondisinya sama seperti itu,” tutur mantan Wakil Ketua I dan Sekretaris Umum KONI Bali itu di kantor KONI Bali, Kamis (4/5/2023).
Bagi Oka Darmawan hal seperti itu sudah biasa terjadi sebelum PON. Pastinya para cabor termasuk KONI Bali tak mengkhawatirkan kondisi venue di Papua dan Sumut akan kelar dibangun atau tidak.
“Kami tetap fokus mempersiapkan para atlet terbaik Bali untuk mengikuti pra-PON tahun 2023 ini dengan hasil maksimal, dan tetap program persiapan PON tahun 2024 setelah pra-PON juga akan berjalan sesuai relnya,” tegas Oka Darmawan.
Pria yang juga mantan Ketua Umum Pengprov Perbasi Bali itu juga meminta kepada para atlet dan pelatih tidak perlu mengikuti kabar soal venue di Aceh dan Papua, sebaliknya konsentrasi peningkatan kualitas dan prestasi atlet harus tetap menjadi prioritas utama.
“Itu sudah menjadi urusan dua provinsi tersebut dan lebih baik kita selesaikan semua persiapan dengan baik. Itu saja,” demikian Oka Darmawan. (ari/jon)








