
BULELENG – Menggeliatnya aktifitas di Pelabuhan Laut Celukan Bawang yang tak hanya menjadi tempat berlabuh kapal pesiar, tapi juga bongkar muat barang termasuk ternak babi dan sapi, mendapat perhatian khusus wakil rakyat Buleleng di DPRD Provinsi Bali, IGK Kresna Budi.
Tak hanya mengapresiasi sebagai bangkitnya perekonomian di Kabupaten Buleleng, Ketua Komisi II yang membidangi pariwisata,perindustrian,perdagangan,peternakan, pertanian, pertambangan dan energi ini juga mendorong pemberdayaan Pelabuhan Celukan Bawang dalam program nasional Tol Laut Indonesia Timur.
“Yang pertama kita menitikberatkan daripada program. Kita ingin menyukseskan dan melanjutkan program Pak Jokowi yang sangat bagus yakni tol laut. Bali memiliki pelabuhan laut yang bagus, Celukan Bawang, pelabuhan untuk kawasan Indonesia Timur yang selama ini tidak maksimal,” tandas IGK Kresna Budi usai kunjungan ke Pelabuhan Celukan Bawang Kecamatan Gerokgak, Jumat (28/4/2023).
Melihat potensi dan peluang ini, kata Kresna Budi, Komisi II menilai program yang digulirkan Presiden Jokowi untuk percepatan pembangunan perekonomian nasional, khususnya pada kawasan Indonesia Timur belum dijalankan secara maksimal.
“Untuk itulah kita Komisi II, melihat peluang ini, program yang bagus kenapa tidak dijalankan. Memang dulunya ada kendala-kendala, kemudahan yang ada sebelumnya, padahal ini jutru lebih memudahkan sebenarnya. Mengurangi biaya pengiriman, biasanya dari sini ke Jawa, kemudian dari Jawa baru ke Kelimantan, justru menambah biaya dari pengusaha,” ujarnya.
Untuk itulah, Komisi II datang ke Pelabuhan Celukan Bawang untuk memastikan kesiapan sarana prasarana sekaligus mendorong pemanfaatan pelabuhan ini dalam program tol laut.
“Makanya, saya berkunjung ke Celukan Bawang untuk memastikan sarana prasarananya itu siap, dan meraka mengatakan siap. Dan kita juga, apa-apa saja yang bisa dibantu untuk memuluskan program tol laut, khususnya hewan ternak,” tegasnya.
Ketua DPD Partai Golkar Buleleng ini menambahkan selain kesiapaan sarana prasarana pelabuhan, Komisi II juga sudah merangkul dan memfasilitasi stakholder terkait antara lain pengusaha ternak yang tergabung dalam Asosiasi Peternak Babi dan Asosiasi Peternak Sapi di Bali untuk percepatan dan kelancaran program Tol Laut Kawasan Timur Indonesia.
“Bagaimana kita bisa membaca daripada maksud dan tujuan program tol laut dari bapak presiden. Makanya, komisi II yang membidangi berkunjung untuk menyiapkan, hari ini ada pengiriman babi ke Pontianak. Jadi, sudah mulai ini langkah awal yang sangat bagus, makanya kita dari Komisi II dan Satgas Pangan dorong untuk jalan,” tandasnya.
Ia berharap, pemerintah daerah bersama instansi terkait juga berkomitmen dan mendukung program nasional ini melalui peningkatan layanan yang dibutuhkan.
“Karena, program nasional ini pasti berdampak pada perekonomian daerah seperti pengadaan pakan ternak baik jagung maupun sorgum. Komisi II juga mendorong Pemprov Bali untuk membuat MoU, kerjasama dengan daerah penerimaan ternak, sehingga program ini bisa berkelanjutan,” pungkasnya. (kar/jon)








