
TABANAN – Tiba-tiba saja lonceng dan sirine di SMPN 2 Tabanan berbunyi lantang saat siswa sedang belajar. Seketika ratusan siswa bersama para guru berlarian keluar kelas dengan membawa tas mereka. Teriakan nyaring terdengar karena mereka terlihat sangat ketakutan terutama mereka yang ada di lantai II. Mereka langsung menuju titik kumpul di lapangan atau di luar gedung lainnya.
Itulah sekelumit skenario simulasi kesiapsiagaan siswa ketika terjadi gempa berkekuatan cukup besar. Mereka tampaknya sudah paham dengan apa yang harus dilakukan. Begitu mendengar suara bel panjang ditambah raungan sirine dan diawasi para guru kelas, para siswa pun berhamburan keluar kelas menuju lokasi titik aman di halaman sekolah sembari mengamankan bagian kepala dan tengkuk mencegah tertimpa benda benda yang berjatuhan.
Simulasi ini rutin digelar BPBD Tabanan sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan terjadinya bencana khususnya gempa bumi, BPBD Tabanan menggelar kegiatan simulasi di sejumlah titik, salah satunya di SMPN 2 Tabanan. Hal ini juga serangkaian Hari Penanggulangan Bencana (HKB), yang dilaksanakan setiap tanggal 26 April. Ini juga upaya menekan risiko yang ditimbulkan
Plt Kepala Pelaksana BPBD Tabanan, I Nyoman Srinadha Giri usai kegiatan menjelaskan, simulasi ini untuk mengingatkan kembali rasa kesiapsiagaan mereka (warga belajar) saat kemungkinan terjadi bencana seperti gempa bumi. Meski diakuinya untuk sosialisasi siaga bencana sudah rutin disampaikan khususnya dari pihak sekolah.
“Dengan kegiatan simulasi, para siswa mendapatkan gambaran apa yang harus mereka lakukan jika terjadi bencana. Hal ini juga untuk meminimalisir korban akibat dampak bencana. Simulasi mandiri ini untuk membekali ruang edukasi bagaimana teknis menyelamatkan diri apabila terjadi bencana gempa,” terangnya di lokasi.(jon)








