
DENPASAR – Kejuaraan bela diri Indonesia Martial Arts Games (IMAG) yang direncanakan digelar pada Juni tahun 2023 ini di Solo, dan bakal dijadikan tolok ukur tim Karate pra-PON Bali sekaligus untuk penilaian degradasi, akhirnya batal digelar.
Dengan demikian untuk penentuan degradasi atau pencoretan karateka putra dan putri juga belum bisa dilakukan.
Seperti diutarakan salah seorang pelatih karate dari Pengprov FORKI Bali, Aditya Putra Thama, dirinya mengetahui IMAG tersebut batal dari review cabang olahraga (cabor) dengan KONI Bali beberapa waktu lalu.
“Saat itu kami diinformasikan juga ke cabor beladiri lainnya jika IMAG batal digelar. Dengan demikian kami bisa fokus lagi untuk persiapan rutin latihan tim karate pra-PON Bali yang sementara ini masih berjumlah 39 karateka putra dan putri,” ungkap Aditya Putra Thama di Denpasar, Minggu (23/4/2023).
Tak dipungkirinya jika kejuaraan IMAG tersebut rencananya bakal dijadikan penilaian bagi karateka Bali yang nantinya menghuni tim pra-PON yang berjumlah 19 karateka putra dan putri Bali.
“Awalnya seperti itu, jadi ya nanti menunggu dulu kapan akan ada degradasi karateka untuk penciutan menuju tim definitif. Pastinya sampai saat ini masih belum ada pendegradasian karateka itu sendiri dan menunggu keputusan dan kepastian pengurus FORKI Bali,” tegas Aditya Putra Thama.
Pelatih yang juga mendampingi tim karate Bali di PON XX/2021 di Papua silam itu juga menambahkan bila rencana lain muncul terkait dengan adanya tim karate POPB DKI Jakarta yang akan ke Bali, pada akhir Mei 2023 mendatang.
“Nah itu nanti diproyeksikan untuk jadi seperti simulasi karena memang tim karate POPB Jakarta tersebut mau latihan bersama dengan tim karate pra-PON Bali. Mungkin nanti akan ditambah dengan tim karate dari kalangan pelajar atau mahasiswa atau lainnya,” demikian Aditya Putra Thama. (ari/jon)








