
DENPASAR – Review yang digeber KONI Bali kepada seluruh cabang olahraga (cabor) yang akan turun mengejar tiket ke PON XXI/2024 melalui pra-PON mendatang.
Tujuannya untuk memproyeksikan atlet prioritas dengan sasaran potensi meraih medali di PON 2024. Dalam review itu cabor wajib menyertakan data dan fakta terkait potensi atlet dan peluang prestasinya di pra-PON sampai ke PON 2024.
Semua itu dipaparkan Ketua Umum KONI Bali IGN Oka Darmawan usai memantau jalannya review cabor itu di Ruang Rapat KONI Bali, Selasa (4/4/2023).
“Memang review ini sudah berjalan dari beberapa hari lalu. Dalam satu hari, kami panggil beberapa cabor dan mereka menjelaskan bagaimana potensi dan peluang mereka untuk menghadapi Pra-PON mendatang. Kalau yang potensial hanya 10 orang, untuk apa kirim 30 orang. Seperti itu gambarannya,” tutur Oka Darmawan.
Program itu dilakukan KONI Bali lanjutnya, lantaran terkendala dengan anggaran dan pembiayaan. Apalagi disamping itu PR utama KONI Bali adalah bagaimana caranya minimal mempertahankan prestasi 5 besar yang diraih saat PON Papua lalu. Oleh sebab itu, review ini nantinya menjadi dasar dan pedoman KONI Bali.
“Jadi tidak bisa kami berasumsi bahwa si A ini akan mendapat emas atau lolos ke PON. Tidak, bukan begitu. Tapi kami ingin lihat track record atlet itu pasca PON atau Porprov Bali XV lalu. Kalau masih konsisten dapat prestasi, pasti itu kami prioritaskan untuk dikirim,” tegas mantan Ketua Umum Pengprov Perbasi Bali ini.
Meski KONI Bali tidak secara penuh memberikan batasan pengiriman atlet itu, namun pengprov cabor diharapkan dan diimbau agar jeli dan penuh perhitungan dalam menentukan atlet prioritasnya untuk menghadapi Pra-PON mendatang.
“Artinya itu taktik dan strategi cabor karena disini bukan soal kuantitas tapi kualitas atlet,” tutup Oka Darmawan. (ari/jon)








