
BULELENG – Mewakili Pj. Bupati Buleleng, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (BKBP) Buleleng Komang Kappa Tri Aryandono membuka rapat kordinasi (rakor) Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Buleleng.
Selain menekankan pentingnya toleransi dalam menjaga kerukunan antar umat beragama, pada rakor pelaksanaan peringatan Hari Suci Nyepi Tahun Caka 1945 dan Bulan Suci Ramadhan 1444 Hijriah juga ditegaskan seruan pemerintah daerah kepada semua pihak untuk bersama-sama menjaga kondusifitas serta kenyamanan ibadah.
“Tahun ini, hari suci dua agama, Hari Suci Nyepi pelaksanaan catur brata penyepian umat Hindu dan Bulan Suci Ramadhan umat Muslim jatuh pada tanggal yang sama, 22 Maret 2023,” tandas Kappa Tri Aryandono saat rakor di Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Buleleng, Jumat (10/3/2023).
Pada rakor yang dihadiri Kepala Kantor Kemenag Buleleng, Kabagops Polres Buleleng, Staf Intel Kodim 1609/ Buleleng, Kabid Pengembangan Nilai Kebangsaan BKBP Buleleng, Ketua MUI, perwakilan MDA Buleleng, Ketua Pasikian Pecalang serta Ketua dan pengurus FKUB Buleleng, mantan Kabagumum Setda Buleleng ini menegaskan hari suci dua agama yang jatuh pada hari dan tanggal yang sama tentu sangat istimewa.
“Dua hari suci keagaman, Nyepi dan Ramadhan yang jatuh dihari dan tanggal yang sama, 22 Maret 2023 sangat istimewa, patut mendapat perhatian dan kita peringati bersama-sama dengan semangat toleransi sebagai wujud kerukunan beragama,” tandas Kappa Aryandono dibenarkan Made Subawa.
Selaku Kepala Kantor Kemenag Buleleng, Subawa berharap semua pihak bergandengan tangan, merumuskan seruan bersama mewujudkan ibadah Nyepi – Ramdahan yang harmonis.
Ketua FKUB Buleleng I Gde Made Metera yang dikonfirmasi terpisah mengapresiasi saran masukan Kepala BKBP dan Kepala Kantor Kemenag Buleleng sebagai dukungan, motivasi pemerintah kepada FKUB Buleleng dalam menyusun seruan bersama serangkaian peringatan hari suci yang istimewa,Nyepi-Ramadhan tahun 2023.
“Dengan merujuk SE Gubernur Bali No 422.3/15315/PK/BKPSDM, Imbauan Ka Kanwil Kemenag Provinsi Bali No : B911/Kw.18.1.3/BA.02/03/2023, SE PHDI Provinsi Bali No : 143/PHDI-BALI/III/2023 tentang Pedoman Ibadah Hari Suci Nyepi Tahun Barui Caka 1945 dan Surat MUI Provinsi Bali No : 368/MUI-BALI/III/2023 tentang Himbauan Ibadah Ramadhan 1444 Hijriah, FKUB Buleleng bersama instansi terkait mengadakan rapat koordinasi dan menghasilkan sebuah rujukan bersama Nyepi-Ramadhan,” tandasnya.
Ia memaparkan, berdasarkan rujukan dan saran serta masukan dari berbagai pihak, rapat memutuskan seruan bersama dengan 13 poin penting sebagai pedoman dalam pelaksanaan ibadah, Hari Suci Nyepi maupun awal Bulan Suci Ramadhan.
“Poin dari seruan bersama antara lain, kegiatan Melis, Pengerupukan, Sipeng atau catur brata penyepian dan Ngembak Geni dilakukan dengan khusuk dan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19, penyedia jasa transportasi (darat, laut, udara) di Kabupaten Buleleng tidak diperkenankan beroperasi selama pelaksanaan rangkaian upacara Hari Suci Nyepi, Rabu, 22 Maret 2023 dari pukul 06.00 Wita sampai dengan Kamis, 23 Maret 2023 pukul 06.00 Wita. Demikian juga dengan lembaga penyiaran radio dan televisi serta provider jasa seluler dan IPTV,” ungkapnya.
Melalui seruan bersama, kata Metera, seluruh umat di Kabupaten Buleleng wajib menjaga dan menghormati pelaksanaan ibadah Hari Suci Nyepi dan Awal Bulan Suci Ramadhan.
“Bagi umat muslim, Sholat Isya’ dan Taraweh tanggal 22 Maret 2023 agar dilaksanakan pada rumah masing-masing atau di tempat ibadah terdekat dengan berjalan kaki, tanpa pengeras suara dan penggunaan penerangan dibatasi. Demikian juga pelaksanaan sholat sahur dan subuh pada tanggal 23 Maret 2023 dini hari,” jelasnya.
Untuk menjaga ketertiban, masyarakat tidak diperkenankan menyalakan petasan/mercon, pengeras suara bunyi-bunyian, mengoperasikan drone atau sejenisnya yang dapat mengganggu pelaksanaan ibadah hari.
“Hotel dan penyedia jasa hiburan lainnya juga tidak diperkenankan mempromosikan usahanya dengan branding Hari Suci Nyepi,” tandas Metera.
Metera juga mengajak seluruh jajaran PHDI, Desa Adat serta majelis agama untuk mensosialisasikan serauan bersama ini kepada krama maupun umat masing-masing, dengan semangat toleransi wujudkan kerukunan umat beragama di Kabupaten Buleleng.(kar/jon)








