
TABANAN – Dengan semakin dekatnya perhelatan politik Pemilu serentak 14 Februari 2024 mendatang, forum komunikasi umat beragama (FKUB) Tabanan melakukan langkah antisipasi dengan menggelar pertemuan di kantor PHDI Tabanan, Selasa (7/3/2023).
Dalam rapat yang dipimpin ketua FKUB Tabanan I Wayan Tontra dihadiri semua perwakilan agama di Tabanan baik Hindu, Islam, Kristen, Katolik termasuk Budha dan Konghucu. Pertemuan ini membahas terkait menghadapi pemilu serentak mendatang. Dalam pertemuan tersebut diambil beberapa kesepakatan terkait pelaksanaan kampanye politik.
“Intinya kami membuat kesepakatan untuk saling menghormati antar umat beragama di Tabanan. Karena semuanya memiliki kegiatan keagamaan agar tidak saling berbenturan,” ungkap Tontra, dikonfirmasi usai pertemuan tersebut.
Diakui, dalam pertemuan tersebut dibuat beberapa kesepakatan. Namun masih dalam bentuk tulisan dan akan difinalkan kembali teknis dan juknisnya sebelum dilakukan penandatanganan kesepakatan secara tertulis. Salah satu yang menjadi titik utama yakni agar tempat ibadah steril dari kegiatan kampanye politik karena Pemilu serentak 2024 sudah dekat.
“Itu yang menjadi inti pertemuan, kami sepakat tempat ibadah tidak boleh dijadikan tempat kampanye politik,” tegas Tontra.
Hal tersebut jelas Tontra , karena pihaknya ingin ada hubungan harmonis intern maupun antar agama yang ada di Tabanan, sehingga situasi tetap kondusif di tahun politik ini.
“Pokoknya sterilkan tempat suci dari ajang kampanye politik,” tegasnya lagi.
Ditambahkan, pertemuan FKUB ini juga membahas berbagai hal yang nantinya disepakati bersama. Kesepakatan ini akan menjadi bahan ketika pihaknya melakukan rapat koordinasi dengan pemerintah daerah terutama menyangkut teknis pelaksanaan kampanye mendatang.
“Ini (kesepakatan) akan kami sampaikan saat rapat koordinasi dengan pemerintah daerah. Kami ingin kerukunan antar dan intern umat beragama di Tabanan tetap terjaga,” pungkasnya. (jon)








