
KLUNGKUNG – Kedutaan Besar RI (KBRI) diTurki merilis dua orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) meninggal dunia di Turki akibat gempa dasyat yang terjadi Senin (6/2/2023).
Salah satu dari PMI yang meninggal adalah Ni Wayan Supini (44), warga asal Banjar Tegalbesar, Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung.
I Nyoman Ranten (50) Suami Ni Wayan Supini, ditemui di rumahnya, Minggu (19/2/2023) menceritakan bagaimana ia bersama anak-anaknya terakhir sempat berkomunikasi lewat video call dengan sang istri di Turki.
“Terakhir saya komunikasi dengan istri saya pada tanggal 5 Februari, atau sehari sebelum musibah gempa bumi itu,” ujar suami dari Ni Wayan Supini, I Nyoman Ranten.
Ranten bahkan sempat mengaku, karena handphonenya tidak berisi paket data, ia sampai harus mencari jaringan internet di bale banjar agar bisa berkomunikasi dengan istri.
Dalam komunikasi video call itu, I Nyoman Ranten menanyakan kabar istirnya. Namun tidak sempat berbincang lama.
“Saat komunikasi itu tidak lama, karena anak-anak yang minta bicara dengan ibunya. Biasa mereka kangen ibunya,” ungkapnya.
Ranten mengatakan istrinya sempat memberi pesan, kirim gaji agar digunakan untuk beli beras dan keperluan Hari Raya Galungan.
Sehari setelahnya, ia mendapat kabar dari keluarga telah terjadi musibah gempa bumi dasyat di Turki. I Nyoman Ranten berkali-kali berusaha menghubungi istrinya, namun tidak kunjung berhasil.
“Saya hubungi terus lewat telpon wa, massager, tidak berhasil,” ungkap Ranten.
Waktu itu Ranten sudah merasa was-was. Namun anak sulung Ranten justru yakin ibunya selamat dari bencana gempa yang menewaskan ribuan orang di Turki.
Sampai akhirnya jumat (17/2/2023), Nyoman Ranten bersama anak sulungnya diminta untuk cek DNA di Rumah Sakit Bhayangkara di Denpasar oleh pihak kepolisian.
Lalu besoknya, Sabtu (18/2/2023), KBRI Indonesia di Turki menginformasikan Ni Wayan Supini menjadi korban meninggal dalam musibah gempa bumi di Turki.
Ranten mengaku sempat syok, terlebih anak-anaknya.
“Ini musibah, saya terus ajak anak saya berdoa agar mereka bisa mengikhlaskan semua yang terjadi,” lontar Ranten sambil menunduk lesu.
Jenazah Wayan Supini rencananya akan dipulangkan ke tanah air pada Rabu (22/2/2023). Ni Wayan Supini meninggalkan seorang suami dan 3 orang anak. (yan)








