
TABANAN – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tabanan mulai menerapkan Identitas Kependudukan Digital (Digital ID). untuk tahap awal ini Disdukcapil melakukan pendataan dengan menyasar ASN di lingkungan Pemkab Tabanan.
Kepala Disdukcapil Tabanan I Gusti Agung Rai Dwipayana mengatakan sebenarnya digital ID kependudukan ini sudah dimulai sejak bulan Januari lalu. Saat ini baru tahap uji coba terlebih dahulu dengan menyasar ASN di lingkungan Pemkab Tabanan. Agar dapat memberikan contoh, baru selanjutnya menyasar elemen lapisan masyarakat.
“Sampai dengan sekarang sudah berjalan pada ASN di delapan OPD untuk penerapan Identitas Kependudukan Digital (Digital ID),” ungkap Rai Dwipayana, Rabu (15/2/2023).
Dijelaskan, melalui aplikasi digital ID berbagai dokumen kependudukan warga, mulai kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el), kartu keluarga (KK) hingga nomor pokok wajib pajak (NPWP) tersedia dalam satu genggaman. Digital ID kependudukan ini bukan hanya diterapkan di Kabupaten Tabanan saja, melainkan sesuai arahan dari Disdukcapil Pusat harus diberlakukan pada seluruh kabupaten di Indonesia dengan wajib Go Digital ID.
“Ini sudah jaman canggih, hampir semua masyarakat sudah gunakan handphone android, jadi tidak lagi ada namanya manual,” sebutnya.
Berbagai keuntungan didapat dalam digital data kependudukan. Data kependudukan mulai KK, KTP hingga data kependudukan lainnya sudah tercatat dan tersebut dalam aplikasi digital.ID. Selain itu data BPJS hingga data kepemiluan dapat diakses digital ID.
“Ini akan sangat memudahkan bagi masyarakat, tidak harus membawa KTP dalam bentuk fisik lagi,” jelasnya
Yang menarik efisiensi, dari sisi anggaran digital ID ini meringankan beban APBN dalam penyediaan blangko E-KTP yang setiap tahunnya menghabiskan anggaran triliunan Rupiah. Kedua beban APBD juga, alat print pencetakan e-KTP tidak perlu pengadaan lagi bila sudah semua warga digital ID, tersambung di HP milik masyarakat.
“Mudahnya lagi adalah bila fisik E-KTP hilang, dapat menunjukkan KTP yang ada digital ID melalui telepon genggam,” sambungnya.
Sementara dari sisi keamanan data kependudukan digital ini sangat terjamin, karena masyarakat sendiri yang mengetahui email, password pinnya. Sehingga tidak bisa diakses orang lain. Pihaknya menargetkan dari jumlah penduduk Tabanan sekitar 468.000 jiwa Identitas Kependudukan Digital (Digital ID) tuntas tahun 2024 mendatang.
“Saat ini kami masih kombinasi penduduk yang memiliki HP android tetap kami anjurkan untuk mengikuti program data kependudukan digital. Sedangkan warga yang tidak memiliki HP android tetap bisa gunakan E-KTP. Kami awali dulu dari ASN baru ke masyarakat,” pungkasnya. (jon)








