
DENPASAR – Belum adanya kepastian jadwal pasti kapan dan dimana pra-PON cabang olahraga (cabor) yongmoodo digelar, Pengprov FYI Bali berharap PB FYI menunjukkan “action”nya atau tindakannya. Hal ini dianggap penting karena sampai sejauh ini masih belum ada kejelasan soal pra-PON yongmoodo tersebut.
Seperti diutarakan Ketua Harian Pengprov FYI Bali Gede Agra Kumara, sampai saat ini belum ada cation yang dilakukan PB FYI.
“Kami tidak tahu persis persoalannya dimana ? Apakah SK pusat yang perpanjangan dan belum ada Musyawarah Nasional (Munas) sehingga KONI Pusat juga belum bisa memastikan atau apa. Kami sudah mempertanyakan ke pusat tapi juga belum ada jawaban. Itulah kenapa kami berharap pusat bisa melaksanakan apa yang menjadi programnya termasuk pra-PON,” ungkap Agra Kumara di Denpasar, Rabu (15/2/2023).
Kondisi itu lanjutnya, FYI Bali kini sifatnya menunggu saja. Apakah di PON XXI/2024 cabang olahraga (cabor) yongmoodo akan dipertandingkan resmi ? Agra Kumara mengaku jika seharusnya sudah. Apalagi sudah ada informasi jika PON 2024 cabor yongmoodo bakal dipertandingkan di Aceh.
“Kalau sudah seperti itu kan artinya secara logika maka yongmoodo dipertandingkan di PON 2024. Nah sekarang bagaimana PB FYI menyikapi dengan menggelar pra-PON dalam tahun 2023. Apakah bersamaan dengan Kejuaraan nasional (Kejurnas) atau dipisahkan. Sampai saat ini belum jelas,” terang mantan Sekretaris Umum (Sekum) Pengprov IMI Bali itu.
Menyoal kesiapan Bali jika sewaktu-waktu pra-PON digelar, Agra mengakui jika Bali selalu siap.
“Kapanpun dan dimanapun kami selalu siap. Hanya karena belum ada kejelasan pra-PON inilah kami belum menyiapkan tim atau menggelar seleksi. Gampang saja kok, kalau tidak seleksi yang kita ambil peraih emas Porprov Bali 2022 lalu atau kalau seleksi mudah saja dipanggil atlet peraih medali di Porprov Bali. Kami juga memiliki atlet lengkap di 12 kelas yang dipertandingkan,” pungkas Agra Kumara. (ari/jon)








