
DENPASAR – Fighter putra peraih medali perak PON XX/2020 di Papua silam cabang olahraga muaythai yakni Luh Sri Dianawati akhirnya dipasangkan dengan fighter Gianyar, Elga untuk turun pada pra-PON di Solo Juni mendatang. Sri Dianawati dipasangkan dengan Elga di nomor muayborang yang sebenarnya bukan nomor spesialisnya.
Seperti diketahui, nomor spesialis Sri Dianawati yakni waikru. Namun karena waikru tidak dipertandingkan pada SEA Games dan otomatis tidak dipertandingkan di PON XXI/2024 di Aceh dan Sumatera Utara, maka Sri Dianawati dipindahkan ke nomor muayborang atau seni berpasangan.
“Setelah saya mencarikan pasangan yang pas sesuai kriteria maka fighter putri Gianyar yakni Elga masuk di kriteria untuk berpasangan dengan Sri Dianawati. Kriteria itu diantaranya dari sisi fisik dan postur tubuh, Elga tidak jauh berbeda dengan Sri Dianawati. Dan keduanya langsung saya tangani dengan pelatihan rutin dan ketat selama ini,” kata Sekretaris Umum Pegprov MI Bali Wayan Suwita di KONI Bali, Kamis (26/1/2023).
Elga sendiri disebutkannya, memang tak meraih medali pada Porprov Bali XV/2022 lalu, tapi di Kejuaraan Muaythai Bupati Klungkung silam Elga meraih juara I. Termasuk juara I pada kejuaraan antar klub atau antar member.
“Artinya saya nilai sudah pas Elga dengan Sri Dianawati. Dan saya optimis setelah saya latih keduanya di muayborang, keduanya akan menjadi pasangan tangguh dan akan bisa memberikan hasil terbaik nantinya baik di pra-PON maupun pada PON 2024. Keduanya simetris dan cocok. Memang kami sayangkan nomor waikru tidak dipertandingkan di SEA Games maupun PON 2024, padahal Sri Dianawati sudah menjadi lirikan pelatnas muaythai Indonesia,” terang Suwita.
“Kini saya akan menajamkan kepada Sri Dianawati dan Elga utamanya pada pendalaman Teknik dan mental. Sekaligus juga kian mensolidkan chemistry antara keduanya sehingga akan bisa menunjukkan performa yang kompak dan bagus,” tutup Suwita yang juga Litbang PB MI serta anggota Binpres KONI Bali itu. (ari/jon)








