
Pemkab Tabanan Gelar Upacara Nangluk Merana di Pura Luhur Pakendungan
TABANAN – Sebagai salah satu upaya untuk memohon keselamatan dan kerahayuan Jagat dari hal-hal yang negatif terutama dalam menghalau hama dan bencana yang terjadi selama ini, Pemkab Tabanan gelar Upacara Nangluk Merana. Upacara yang tergolong kedalam salah satu jenis upacara Bhuta Yadnya ini dipusatkan di Pura Luhur Pakendungan, Tanah Lot, Desa Beraban, Kediri, Tabanan, Jumat, (23/12).
Upacara Nangluk Merana merupakan agenda rutin yang diselenggarakan Pemkab Tabanan pada Sasih Kanem (bulan keenam). Pada bulan keenam perhitungan Kalender Bali merupakan musim pancaroba, yakni peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. Tentu saja akan berdampak pada kondisi alam. Sehingga dengan adanya upacara Nangluk Merana, diharapkan dapat memberikan keselamatan lahir dan batin bagi alam semesta beserta isinya, sehingga berujung pada melimpahnya hasil pertanian dan perkebunan.
Nampak saat itu, kegiatan dihadiri langsung Wakil Bupati Tabanan I Made Edi Wirawan, para Asisten dan OPD terkait, Majelis Madya Tabanan, Camat se-Kabupaten Tabanan, Perbekel dan Bendesa Adat setempat serta ratusan ASN dan masyarakat. Sebagai wujud syukur kehadapan Hyang Baruna, Wabup Edi beserta jajaran dan masyarakat melaksanakan persembahyangan bersama dengan khidmat yang dipimpin Sulinggih Pura setempat.
Di sela-sela kegiatan, Wabup Edi yang saat itu membacakan sambutan Bupati Tabanan, mengatakan, Pemkab Tabanan melalui Dinas Kebudayaan secara rutin melaksanakan kegiatan Nangluk Merana di Pura Luhur Pekendungan. Selain itu Pemkab Tabanan juga mengalokasikan dana untuk melaksanakan upacara pengaci dan pekelem di 61 Pura Penyiwian Subak.
“Kegiatan upacara ini sangat saya dukung dan apresiasi, karena ini sangat selaras dengan visi Kabupaten Tabanan Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana di Kabupaten Tabanan menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani, (AUM). Salah satu prioritasnya adalah penguatan pembangunan bidang adat istiadat, Agama, Seni, tradisi dan budaya,” ujar Wabup Edi.
Politisi asal Desa Beraban itu juga berharap, pelaksanaan upacara Nangluk Merana ini tetap dilaksanakan dan didukung oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya krama subak sebagai bentuk sradha bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam rangka mewujudkan keharmonisan hubungan manusia dengan alam semesta. Sehingga, apa yang menjadi tujuan dalam upacara Nangluk Mrana ini tercapai dan memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.(jon)








