BulelengEkonomiPendidikan

Sinergi dengan Unmas, Desa Panji Kecipratan Mesin Pakan Maggot


BULELENG – Melalui sinergitas dan kemitraan yang dijalin dengan Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar, Desa Panji Kecamatan Sukasada tak hanya mendapatkan pendampingan program pembangunan khususnya di bidang lingkungan.

Penyerahan produk pakan maggot dari TPMUM Denpasar kepada Perbekel Desa Panji dan Ketua KWT Tirta Desa Panji Kecamatan Sukasada.

Sebagai Desa Brilian, Panji yang sedang mengembangkan program Desa Wisata Eco Village juga kecipratan hibah berupa 1 unit mesin pakan maggot dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia.


“Bantuan hibah dari KLHK RI berupa mesin produksi pakan maggot kami terima dari Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Mahasaraswati (TPMUM) Denpasar serangkaian pendampingan masyarakat di Desa Panji,” ungkap Perbekel Desa Panji, Jro Mangku Made Ariawan usai penyerahan mesin dan produk pakan maggot di Aula Kantor Desa Panji Kecamatan Sukasada, Jumat (16/12/2022).


Mantan anggota DPRD Buleleng periode 2014-2019 ini mengungkapkan pendampingan TPMUM terhadap Kelompok Wanita Tani (KWT) Tirta Desa Panji dalam pengembangan budidaya maggot, sangat relevan dengan program Reduse, Reuse dan Reycle pengelolaan sampah dan penanganan sampah di Desa Panji.

BACA JUGA:  Bali Jadi Percontohan Program Digitalisasi Bansos, Gubernur Koster Tancap Gas


“Ini menjadi penting, ketika desa kita ingin menjawab 3R itu, jadi Reduse, Reuse banyak orang yang bisa lakukan, Recycle yang agak sedikit orang. Sekarang ada pendampingan dan bantuan dari TPMUM maka komplitlah, selesailah sebuah perjalanan sebuah ide KWT Maggot Tirta Desa Panji, akhirnya jadi hilirisasi berupa produk,” terangnya.


Produknya, sudah dipamerkan pada Festival Panji dalam tiga bentuk produk yakni berupa Pakan Ikan, bekas pakan maggot (Kasgot) Murni dan Kasgot Kompos.


“Dari pendampingan juga tercetus ide, pengembangan TPS-3R sebagai wisata edukasi bagi siswa dan pihak lain,” ujarnya.


Senada dengan Perbekel Desa Panji, Drh. Nyoman Yudiarini, M.Agb., selaku Ketua TPMUM Denpasar menandaskan, pendampingan masyarakat Desa Panji dilakukan dengan pertimbangan antara lain komitmen Perbekel Desa Panji dalam pengelolaan sampah dan program budidaya maggot KWT Tirta Desa Panji.


“Budidaya maggot dengan pakan dari kegiatan recycle (daur ulang) merupakan implemetasi pengelolaan sampah berbasis sumber yang berdampak peningkatan ekonomi masyarakat,” jelasnya.


Wakil Dekan III Fakultas Pertanian Unmar ini menambahkan, melalui program Kesejahteraan Ekonomi Berkelanjutan Masyarakat dan Komunitas Lokal (Terra) KLHK, TPMUM menyalurkan bantuan berupa bahan, mesin produksi pakan apung untuk maggot serta pelatihan formulasi pakan apung.
“Beruntung sekali, ada Festival Panji sehingga produk bisa kami perkenalkan untuk dikembangkan dalam pengelolaan sampah yang dapat meningkatkan perekonomian. (kar,dha)

Back to top button