
Jadi Atraksi Menarik bagi Wisatawan
TABANAN – Serangkaian dengan piodalan di Pura Penataran Ulun Danu Beratan, Desa Candikuning, baturiti pada Anggara kasih Julungwangi, Selasa (20/12/2022) mendatang, objek wisata Ulun Danu Beratan mulai pekan depan akan diisi parade gebogan. Parade ini akan berlangsung selama sepuluh hari, mulai Senin (19/12/2022) hingga Jumat (23/12/2022).
Humas Manajemen Daya Tarik Wisata (DTW) Ulun Danu Beratan, I Made Sukerata mengatakan, pihaknya akan menggelar parade gebogan serangkaian dengan petirtan (Piodalan) di Pura Penataran Ulun Danu Beratan. Parade gebogan akan digelar selama sepuluh hari.
“Puncak piodalannya pada 20 Desember 2022 nanti, selama rangkaian piodalan itu akan diisi parade gebogan,” ungkap Sukerata, Kamis (15/12/2022).
Ia menjelaskan, persiapan upacara piodalan sudah berlangsung sejak 15 November 2022. Pada Rabu (14/12/2022) lalu, iringan ibu-ibu yang melakukan parade gebogan juga telah dilaksanakan. Kemudian Kamis kemarin dilanjutkan dengan pelaksanaan upacara Pamahayu Buana.
“Parade gebogan akan dilanjutkan kembali pada 19 Desember sampai 23 Desember nanti,” imbuhnya.
Parade gebogan ini akan melibatkan ibu-ibu dari 12 desa adat dan 6 desa dinas di Kecamatan Baturiti. Serta 2 banjar pengayah dari Kecamatan Marga yakni dari Bayan dan Marga.Parade ini akan mengitari seluruh areal wisata Ulun Danu Beratan dari pukul 11.00 hingga 14.00 Wita. Iring-iringan para ibu yang menjunjung gebogan ini akan diiring dengan gamelan beleganjur.
Gebogan sendiri merupakan sesajen yang terdiri dari sejumlah kue dan buah-buahan yang disusun sedemikian rupa, baik dari segi warna maupun corak, dan dilengkapi dengan hiasan janur yang disusun diatas dulang.
Gebogan ini biasanya disiapkan bila ada upacara keagamaan di Bali. Gebogan ini akan dijunjung ibu-ibu menuju pura atau tempat persembahyangan. Begitu juga saat upacara persembahyangan selesai dilakukan.
Parade gebogan ini mendapat atensi wisatawan. Di sela-sela menikmati indahnya pemandangan Pura Penataran Ulun Danu Beratan dan Danau Beratan, mereka juga menyaksikan parade gebogan dari ibu-ibu pengempon pura yang dilakukan selama sepuluh hari. (jon)








