
DENPASAR – Kekuatan Tim Tarung Derajat Bali yang dikirim Pengprov Kodrat Bali dipastikan 13 petarung, terdiri dari 8 petarung putra dan 5 petarung putri pada Kejurnas yang dihelat di Bandung, Jawa Barat pada 17-20 Desember 2022.
Para petarung itu tidak termasuk di nomor seni karena lebih menitikberatkan pada nomor tarung. Hanya para petarung itu tak dibebani target, karena dipakai sebagai ajang pemetaan untuk memantau atlet dari daerah rival sebelum turun pada ajang Pra PON pada tahun 2023 nanti.
Menurut Sekretaris Umum (Sekum) Pengprov Kodrat Bali Agung Bagus Tri Candra Arka, selama ini pihaknya pada ajang resmi tahunan Kejurnas memang selalu tak memancang target untuk meraih medali emas. Hal itu sudah rutin dilakukan setiap helatan Kejurnas.
Tapi seperti biasa petarung memang selalu langganan mampu menjaga tradisi medali emas, dan itu bukan target dari Pengprov Kodrat Bali.
“Jangankan ajang kejurnas, Pra PON saja kita tanpa target medali emas, incaran kita hanya meraih tiket PON, itu jauh lebih penting,” tutur pria yang biasa disapa Gung Cok itu di Denpasar, Rabu (7/12/2022).
Diakuinya, untuk Kejurnas akhir tahun 2022 ini lebih tepat dijadikan ajang pemantauan petarung dari daerah lawan. Kekuatan petarung dari provinsi rival, akan diamati betul, sejauhmana kemampuannya. Sehingga ini akan bagus dipakai evaluasi dan pemetaan, saat menurunkan petarung di Pra PON nanti.
“Kepentingan utama kita nanti itu di Pra PON, bagaimana caranya untuk mendapatkan tiket PON sebanyak mungkin, makanya kita harus pemetaan sejak Kejurnas ini pakai sebagai ajang pemanasan dan evaluasi,” beber Gung Cok.
Gung Cok yang juga Ketua Umum Pengprov Cricket Bali mengatakan, sebelum turun di ajang Kejurnas, 13 petarung yang dipersiapkan turun itu telah menjalani latihan rutin sebanyak 3 kali di GOR Lila Bhuana Denpasar. (ari/jon)








