
TABANAN — Pemasangan kepala patung Wisnu Murti di Catus Pata Kediri sudah dilakukan, Selasa (29/11/2022) . Kepala patung Wisnu Murti terpasang sekitar pukul 07.00 Wita. Proses pemasangan dipantau langsung Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya. Kini tinggal menunggu pemasangan mahkota, Surayaning kala (Cincin api) dan bagian rambut
Proses pemasangan kepala patung menggunakan alat berat berupa crane melibatkan enam pekerja dipimpin pematung I Nyoman Sudarwa. Pemasangan dilanjutkan hingga proses pengelasan patung yang berjalan lancar di tengah awan mendung cukup tebal.
Selasa proses pemasangan, Petugas gabungan dari kepolisian dan perhubungan melakukan pengaturan lalu lintas dan ketiga arah. Meski ada kelambatan , namun tidak sampai menimbulkan kemacetan karena lalu lintas tetap dibuka.
Usai pemasangan kepala patung, Bupati Sanjaya juga mengungkapkan kebanggaannya bisa mewujudkan patung Wisnu Murti berdiri tegak di Catus Pata Kediri. Menurutnya, Patung Wisnu Murti ini merupakan patung yang paling bagus di area Tabanan.
“Ini sangat proporsional. Kalau orang Bali bilang, bah bangunnya bagus, tinggi badannya, guratan anatominya, detail sekali. Ini patung terindah yang saya lihat,” puji Orang nomor satu di Tabanan itu.
Sanjaya juga berharap kedepan dalam penyempurnaan patung ini agar segala detail kecilnya diperhatikan dan dikerjakan dengan sebaik-baiknya. Mulai dari segi pewarnaan patung, pencahayaan, sampai kebersihan di areal patung yang masih banyak perlu disempurnakan.
“Ini belum sempurna. Astungkara ini bisa terwujud sesuai dengan yang direncanakan, sehingga mampu memenuhi harapan masyarakat dan mampu menjadi kebanggaan masyarakat Bali dan khususnya Tabanan,” harap Sanjaya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPRPKP Tabanan, I Made Dedy Darmasaputra menyatakan, proses pemasangan kepala patung sudah dilakukan tepat di Hari Ulang Tahun (HUT) kota Tabanan ke 529.
Diakui proses pemasangan patung ini belum sepenuhnya komplit. Masih ada bagian patung yang belum terpasang. Misalnya saja, Suryaning Kala atau cincin api. Kemudian ada juga bagian rambut yang belum terpasang termasuk cincin api atau suryaning kala di bagian belakang patung.
“Proses pemasangan patung bisa dikatakan sudah 85 persen,” ucapnya.
Menurut Dedy, sisa dari proses pemasangan ini nantinya akan ada proses mengukir. Kemudian, pemasangan tangan dan finishing pengecatan dan yang terpenting ialah pemasangan Suryaning Kala dan Rambut termasuk bagian mahkota.
“Semuanya akan diselesaikan sesuai dengan sisa waktu yang ada. Pokok target sebelum tanggal 15 Desember sudah tuntas,” tandasnya.
Dedy menjelaskan, dari keterangan pematung, untuk mendapat hasil cat yang bagus harus dilakukan tiga kali pengecatan. Seperti patung-patung lainnya, pengecatan tidak akan bisa maksimal ketika hanya dalam sekali cat. Untuk warna, badan patung akan berwarna abu-abu, dan akan mengenakan kamen berwarna hijau.
“Setelah tuntas, akan diresmikan khusus. Kami dan Bendesa nanti akan melakukan pemlaspasan,” jelasnya.
Dedy menambahkan, untuk patung lain seperti di RTH Dangin Carik dan Bung Karno pun sama. Bung Karno sudah 80 persen dan di Dangin Carik 85 persen. Bung Karno prosesnya tinggal finishing bale gazebo. TRH Dangin Carik tinggal penataan saja.
“Prosesnya tetap berjalan sampai batas waktu 16 desember 2022 mendatang dan dipastikan selesai semuanya,” pungkasnya. (jon)








