
TABANAN – Keberhasilan pembangunan desa dinilai belum sesuai dengan kondisi dan kenyataan sesungguhnya. Pasalnya, berbagai indeks atau pengukuran kualitas pembangunan desa masih berbasis data yang tidak akurat.
Kenyataan ini mendorong Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tabanan mencoba mewujudkan Big Data Kabupaten Tabanan yakni Data Digital Tabanan Era Baru. Apalagi bupati telah membuat jargon desa presisi yakni pembangunan dimulai dari data dengan data yang akurat.
Kepala Dinas Kominfo Tabanan, Putu Dian Setiawan menjelaskan, Big Data Digital ini merupakan kumpulan data teknologi elektronik yang mampu melakukan penyimpanan, menghasilkan, dan juga memproses berbagai data dengan tingkat akurasi tinggi.
“Sehingga dapat memberikan gambaran kondisi aktual desa yang sesungguhnya di Kabupaten Tabanan,” ungkap Kadis Dian Setiawan, Senin (28/11/2022).
Dijelaskan, pemanfaatan data dalam pelayanan publik saat ini mulai banyak dibutuhkan di semua sektor. Namun, era Big Data yang digadang-gadang bisa memudahkan banyak sektor pekerjaan, nyatanya tidak gampang pengimplementasiannya.
Karena pemerintah desa sibuk melayani permintaan data primer dari banyak pihak seperti komoditi produk, peternakan serta data rumah tangga kelompok sasaran.
“ Namun di lapangan, akses permintaan data sangat sulit dan lambat, dan terjadi perbedaan data dari satu OPD dengan OPD lain, yang membuat pembangunan sistem informasi desa tidak terarah dan data yang dihasilkan tidak update,” jelasnya
Dikatakan, memanfaatkan teknologi Big Data, khususnya dari segi pengelolaan data yang ada mencoba menggunakan pilot project di sejumlah desa seperti di kecamatan Kediri lima belas desa dan Kerambitan lima desa.
Dicontohkan, perkembangan sektor pariwisata di Kecamatan Kerambitan yang berbasis pertanian, belum diikuti struktur industri pariwisata yang kuat. Sehingga belum dapat memberikan dampak lebih besar kepada sektor pariwisata termasuk keuntungan bagi masyarakat.
“Ini bukti kurang optimalnya integrasi sektor pariwisata dengan sektor terkait lainnya dan termasuk desa wisata yang ada yang belum terintegrasi dalam satu data digital yang lengkap. Inilah yang coba akan kami bangun,” sebutnya.
Diakui, untuk mewujudkan hal tersebut Diskominfo tidak bisa bekerja sendiri. Dengan dukungan Dinas Pemberdayaan dan Masyarakat Desa (PMD) dan OPD terkait lainnya akan bersatu padu berkolaborasi mempercepat Integrasi Data Sistem Informasi Desa di 10 kecamatan yang pada akhirnya terintegrasi menjadi satu Data Indonesia Kabupaten Tabanan.
“Ini merupakan Big Data Tabanan sebagai cerminan keberhasilan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) untuk mendukung kesuksesan pembangunan,” pungkasnya. (jon)








