
KUTA – Sampah kiriman seiring musim angin barat mulai menepi di Pantai Kuta, Selasa (25/10/2022). Tidak sedikit di antaranya berupa batang pohon besar, hingga evakuasinya turut memanfaatkan crane.
Koordinator Evakuasi Dini Sampah Laut (Desalut) Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung, I Made Gde Dwipayana mengungkapkan, untuk periode kali ini, sampah kiriman sebenarnya sudah mulai menepi sejak 6 Oktober 2022 lalu. Namun munculnya pertama kali cenderung menjamah area pantai utara. Seperti Pantai Cemagi, Pererenan, Batubolong, Berawa, serta Petitenget.
“Khususnya di Pantai Samigita (Seminyak, Legian, dan Kuta) munculnya baru kemarin. Tapi dari ketiga area tersebut, terparah adalah di Pantai Kuta. Sedangkan Legian dan Seminyak, masih belum terlalu,” ungkapnya.
Jika dibandingkan periode musim sampah sebelumnya, menurut dia kali ini cenderung maju. Karena dahulu, awal datangnya rata-rata baru terjadi di bulan November.
“Karena mulainya maju, mudah-mudahan selesainya juga maju,” imbuhnya.
Untuk menyikapi musim fenomena tahunan tersebut, DLHK Badung katanya menyiapkan 400 tenaga kebersihan. Ditambah pupa 4 unit alat berat dan 2 beach cleaner. Namun demikian dirinya tidak memungkiri bahwa kali ini evakuasi terhadapnya terbilang lebih sulit ketimbang periode musim sampah sebelumnya. Salah satunya oleh berkurangnya lebar pantai akibat abrasi.
“Sementara ini untuk penanganannya masih kami lakukan dengan pola yang sama seperti sebelumnya. Kami bagi tenaga kebersihan dan tempatkan di sejumlah zona pantai,” bebernya sembari mengakui bahwa untuk menurunkan alat berat, pihaknya tentu memperhitungkan soal pasang surut air laut.
Ditanya soal puncak datangnya sampah kiriman kali ini, diperkirakan akan terjadi pada bulan Desember-Januari. Dan kemudian setelah itu, volume datangnya akan terus menurun hingga bulan April 2023. (adi/jon)








