
TABANAN – Pandemi Covid sejak 2019 lalu sempat mematikan sektor pariwisata di Bali termasuk di Tabanan. Kini setelah Covid-19 melandai, geliat pariwisata kembali nampak. Menggairahkan sektor pariwisata Tabanan, DTW Jatiluwih bekerja sama dengan Politeknik Pariwisata Bali menggelar Jatiluwih Cultural Week (JCW).
Kegiatan JCW tersebut akan digelar di kawasan DTW Jatiluwih 15 dan 16 Oktober mendatang dengan berbagai kegiatan. Festival ini digelar kembali setelah dua tahun vakum. Diharapkan dengan JCW ini, gairah pariwisata dan kunjungan wisatawan ke Jatiluwih semakin meningkat.
“Festival ini sebenarnya untuk membangkitkan kembali spirit wisata di Jatiluwih setelah dua tahun vakum,” ungkap Manajer DTW Jatiluwih, I Nengah Sutirtayasa, Kamis (6/10/2022).
Sutirtayasa menjelaskan, festival ini sejatinya menjadi agenda rutin tahunan. Namun dalam dua tahun terakhir, festival ini tidak bisa jalan atau vakum akibat pandemi Covid-19. dengan kondisi yang semakin membaik, pihaknya kembali menggelar festival ini.
JCW akan digelar secara kolaboratif antara manajemen DTW Jatiluwih bekerja sama dengan Politeknik Pariwisata Bali. Harapannya, ke depan Jatiluwih bisa dikembangkan sebagai tempat wisata event.
“Kami bersyukur sangat dibantu adik-adik mahasiswa dari Politeknik Pariwisata Bali di tengah keterbatasan kondisi saat ini,” imbuhnya.
Kedepannya diharapkan akan meningkatkan kunjungan pasca pandemi Covid. Sata ini kunjungan mencapai 500 sampai 800 wisatawan per hari. Menariknya jumlah ini didominasi wisatawan asing yang mencapai 90 persen. Sementara saat high season bisa mencapai 1200 orang per hari.
“Kamai berharap akan berimbas dengan meningkatnya kunjungan bisa menyamai kunjungan sebelum pandemi. Saat ini kunjungan baru sekitar 60 persen didominasi wisatawan Eropa, India dan Australia,” ucapnya.

Sementara Ketua panitia JCW I Made Ivan Aditya menjelaskan, JCW kali ini mengangkat tagline ‘Rise of The World Haritage’ dengan mengedepankan budaya dan kearifan lokal Jatiluwih termasuk olahraga dengan agenda sport tourism berupa cross country dengan jarak 5 dan 10 KM. Festival ini juga akan melibatkan UMKM di Desa Jatiluwih.
“Eventnya lebih ke arah budaya sesuai kearifan lokal, juga membuat lomba lari lintas alam (cross country) dengan tujuan lebih mengenalkan panorama alam ke masyarakat luas terutama wisatawan asing,” jelasnya.
Dikatakan, dalam dua hari pelaksanaannya, akan diisi dengan berbagai acara dari pukul 07.30 Wita hingga malam sekitar pukul 21.00 Wita. Beberapa acara yang akan disuguhkan untuk memeriahkan kegiatan ini antara lain festival musik. Festival ini melibatkan sejumlah musisi seperti Robi Navicula, Balawan, Soul & Kith, dan Bagus Wirata.
Ada juga kompetisi lari pada jalur terbuka atau melintasi areal persawahan terasering Jatiluwih, melukis atau art painting serta pameran lukisan oleh komunitas seni salah satunya Alas Kaki.
“Ada juga kompetisi barista atau V60 competition, pasar akhir pekan atau weekend market yang melibatkan UMKM di desa setempat serta reels competition (lomba video pendek),” pungkasnya.(jon)








